Bupati turun langsung ke tengah jemaat GPdI Alfa Omega Muaradua guna merawat napas toleransi di Bumi Serasan Sekate.
MUARADUA, NUSALY – Riuh rendah jemaat yang merayakan Paskah di Ogan Komering Ulu (OKI) Selatan terasa lebih teduh dengan hadirnya pucuk pimpinan daerah di tengah mereka. Minggu (5/4/2026), Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., menepi sejenak dari rutinitas kantor untuk menyisir kondisi keamanan di sejumlah rumah ibadah. Langkah ini bukan sekadar urusan protokoler, melainkan upaya konkret menjahit kembali rasa aman bagi umat Kristiani yang tengah memperingati Wafat Isa Al-Masih.
Pantauan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Alfa Omega, Kecipung Jaya, menjadi potret bagaimana negara hadir tanpa sekat. Di sana, Abusama menyaksikan langsung prosesi ibadah yang berjalan khidmat, sebuah pemandangan yang mempertegas bahwa perbedaan keyakinan di Muaradua justru menjadi pengikat persaudaraan, bukan pemisah.
Sinergi di Lapis Bawah
Keamanan yang terjaga di lapangan tak lepas dari tangan dingin aparat gabungan. TNI, Polri, hingga barisan Satpol PP berdiri bahu-membahu di titik-titik krusial. Sinergi lintas instansi ini memastikan tidak ada celah bagi gangguan ketertiban, sehingga jemaat bisa larut dalam doa tanpa rasa waswas.
“Pemerintah daerah tidak mau absen dalam menjamin kenyamanan warga beribadah. Kami sudah berbagi tugas dengan rekan-rekan TNI dan Polri. Tujuannya satu: agar situasi di OKU Selatan tetap sejuk dan kondusif bagi siapa saja,” ujar Abusama saat menyapa warga di Muaradua.
Bupati yang didampingi jajaran kepala dinas hingga camat ini menekankan bahwa stabilitas daerah adalah modal paling mahal dalam membangun OKU Selatan yang sejahtera.
Pesan Kerukunan
Di balik pengamanan fisik, ada pesan moral yang ingin dititipkan Abusama. Momentum Paskah tahun ini ia jadikan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kewarasan dalam bernegara melalui sikap toleran. Baginya, ucapan selamat merayakan Paskah kepada umat Kristiani adalah bagian dari kultur saling menghargai yang sudah lama menghujam kuat di akar rumput masyarakat setempat.
“Mari kita rawat terus harmoni ini. Toleransi adalah fondasi kita untuk maju bersama. Saya harap semangat persatuan ini tidak berhenti di hari besar saja, tapi mendarah daging dalam keseharian kita,” tambahnya.
Hingga prosesi ibadah usai, situasi di seluruh penjuru OKU Selatan dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti. Kehadiran langsung sang Bupati di lapangan sukses menebalkan rasa percaya diri masyarakat bahwa kerukunan antarumat beragama di daerahnya tetap berada pada jalur yang benar. (andi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





