Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menyembelih 12 ekor sapi dan 5 ekor kambing pada Iduladha, Kamis (28/5/2026). Seluruh hewan dipastikan sehat oleh Tim Medik Veteriner.
PALEMBANG, NUSALY – Institusi penegak hukum di Sumatera Selatan tidak hanya memfokuskan kinerjanya pada aspek penegakan hukum. Pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menyalurkan sebanyak 1.000 paket daging kurban hasil penyembelihan 12 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Kamis (28/5/2026).
Panitia kurban Kejati Sumsel menerapkan protokol kesehatan pangan yang ketat di halaman mako institusi tersebut. Langkah ini ditempuh dengan melibatkan langsung Tim Medik Veteriner dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan guna menyisir potensi sebaran penyakit menular pada hewan kurban yang masuk ke wilayah perkotaan.
Pemeriksaan klinis dilakukan secara berlapis, mencakup pengawasan kondisi fisik hewan sebelum disembelih (ante-mortem) hingga pemantauan organ dalam pasca-penyembelihan (post-mortem).
Upaya preventif ini krusial demi memastikan seluruh komoditas daging yang keluar dari lingkungan Kejati Sumsel benar-benar terbebas dari ancaman penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia.
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, drh Ayu Syilvita Amanda, menegaskan bahwa standardisasi pemeriksaan di lokasi mengacu pada pemenuhan prinsip kesejahteraan hewan serta jaminan higienitas.
“Seluruh hewan yang disembelih dipastikan sehat dan memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Ayu di sela-sela proses pengolahan daging di Palembang.
Dampak sosial
Sebanyak 1.000 paket daging yang telah dinyatakan steril dan layak konsumsi tersebut segera disalurkan secara tertib kepada masyarakat sekitar kantor, panti asuhan, pegawai, serta tenaga Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kejati Sumsel.
Ketua tim pelaksana kegiatan, H Haidan Achmad SH, menjelaskan bahwa ibadah kurban kali ini didesain sebagai instrumen penguat solidaritas sosial di tingkat tapak. Di tengah situasi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tantangan berat, pembagian paket pangan tinggi protein ini diharapkan mampu meringankan beban domestik warga kurang mampu secara instan.
Bagi warga penerima di kawasan pemukiman sekitar, pasokan daging kurban berkualitas ini menjadi intervensi sosial yang krusial di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar lokal. Manajemen distribusi yang rapi membuat anak-anak panti asuhan serta warga dhuafa dapat mengakses hak pangan mereka secara bermartabat tanpa perlu berdesakan.
“Alhamdulillah sangat senang dan terbantu. Daging ini nanti akan dimasak bersama keluarga di rumah. Kami merasa diperhatikan, apalagi harga kebutuhan sekarang cukup mahal,” ungkap Siti Aminah (48), salah seorang warga sekitar yang hadir membawa kupon resmi pembagian daging.
Apresiasi serupa diutarakan oleh Ridwan (35), warga lain yang mengantre tertib di pelataran Kejati Sumsel. Ia menilai, pelibatan tim medis dan keterbukaan proses distribusi memberikan rasa aman psikologis bagi masyarakat yang mengonsumsi daging tersebut.
Melalui pergelaran agenda sosial keagamaan yang terukur ini, Kejati Sumsel sekaligus menegaskan reposisi peran kelembagaan mereka di ruang publik.
Kehadiran otoritas hukum di tengah masyarakat kini tidak lagi sekadar diidentikkan dengan fungsi penuntutan perkara di ruang sidang, melainkan juga hadir membawa dampak kemanfaatan sosial yang nyata, sehat, dan kondusif bagi kesejahteraan publik secara luas. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





