Pemanfaatan kawasan ikonik Kota Palembang sebagai ruang publik bebas polusi dirancang untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus wadah strategis bagi pelaku UMKM.
PALEMBANG, NUSALY – Kawasan historis Jembatan Ampera bertransformasi menjadi pusat energi positif dan interaksi sosial yang meriah pada Minggu (14/6/2026) pagi. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara langsung meluncurkan program Car Free Day Kota Palembang sebagai langkah konkret pemerintah dalam menata ruang publik yang ramah lingkungan.
Peluncuran hari bebas kendaraan bermotor ini diambil sebagai komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Selain efektif menekan angka polusi udara di pusat kota, program berkala ini juga didesain untuk mempererat kebersamaan antara jajaran elemen pemerintah dan warga.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa pemanfaatan jalur protokol ini memiliki dimensi manfaat yang luas dan saling terintegrasi. Selain sektor kesehatan lingkungan, Car Free Day diarahkan menjadi stimulus kuat bagi kebangkitan sektor ekonomi kerakyatan di wilayah ibu kota provinsi.
Motor Ekonomi
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa momentum pelaksanaan hari bebas kendaraan ini tidak boleh sekadar dilihat sebagai ajang olahraga mingguan. Kawasan bebas emisi ini sengaja dibuka sebagai wadah strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi kreatif dengan melibatkan para pelaku usaha lokal secara masif.
Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memasarkan produk unggulan mereka secara langsung kepada ribuan warga. Kehadiran generasi muda yang kreatif dan produktif di area ini diharapkan mampu menggerakkan ekosistem ekonomi baru yang berdampak positif pada pertumbuhan makro wilayah.
“Saya berharap para pelaku UMKM dan IKM dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Kita ingin melihat bagaimana anak-anak muda yang kreatif dan produktif bergerak bersama guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel,” ujar Herman Deru.
Sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota provinsi, Palembang dinilai memiliki tanggung jawab serta peran yang jauh lebih besar dalam menjadi motor penggerak utama roda perekonomian daerah. Melalui inovasi ruang publik seperti ini, daya tarik kota dan produktivitas masyarakat dapat dipacu secara bersamaan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Pembagian Sesi
Guna memastikan kenyamanan masyarakat dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pusat kota, pemerintah memberlakukan sistem pembagian waktu dan rute secara terukur. Regulasi ini sengaja dirancang agar warga dapat menikmati suasana pagi tanpa paparan asap kendaraan secara leluasa dan tertib.
Pelaksanaan kegiatan mingguan ini dibagi menjadi dua sesi operasional utama yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sesi pertama berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB dengan cakupan rute yang membentang luas mulai dari Bundaran Pasar Cinde, melintasi Jalan Jenderal Sudirman, membelah Jembatan Ampera, hingga mencapai titik akhir di Flyover Jakabaring.
Selanjutnya, panitia memberlakukan perpindahan jalur pada sesi kedua yang berjalan dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Pada fase akhir ini, rute sterilisasi kendaraan dipusatkan dari kawasan Bundaran Pasar Cinde hingga area Bundaran Air Mancur Masjid Agung Kota Palembang.
Melalui manajemen pembagian sesi yang rapi ini, masyarakat diberikan kebebasan penuh untuk memanfaatkan ruang publik ikonik tersebut untuk aktivitas joging, bersepeda, maupun rekreasi keluarga. Di sepanjang koridor rute, warga juga dapat berinteraksi langsung serta menikmati aneka kuliner tradisional dan produk kreatif lokal yang dijajakan dengan rapi. ***
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang




