Scroll untuk baca artikel
banner Pemkab OKI
Example floating
Example floating
Pemprov Sumsel 728x250

Pemkab Muba 1000x250

PT Sampoerna Agro Tbk
Headline

Oknum TNI AL Aniaya Wartawan, SWI Kecam Keras dan Minta Tindak Tegas

×

Oknum TNI AL Aniaya Wartawan, SWI Kecam Keras dan Minta Tindak Tegas

Share this article
Oknum TNI AL Aniaya Wartawan, SWI Kecam Keras dan Minta Tindak Tegas
Oknum TNI AL Aniaya Wartawan, SWI Kecam Keras dan Minta Tindak Tegas

Halmahera Selatan, Nusaly.com – Dua oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL) berinisial Letda M dan Peltu R di Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), tega mengeroyok seorang wartawan bernama Sukandi. Aksi brutal ini terjadi pada Kamis (28/3/2024) sekitar pukul 14.00 WIT di lantai dua Pos TNI AL Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, dan mengakibatkan Sukandi mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Penganiayaan ini bermula dari berita yang ditulis Sukandi terkait kapal pengangkut BBM jenis Dexlite yang diduga milik Ditpolairud Polda Malut, yang ditahan oleh personel TNI AL di perairan Bacan Timur, Halsel. Sukandi telah melakukan konfirmasi dengan dua wartawan lainnya dan memiliki rekamannya, namun Letda M dan Peltu R tetap tidak terima dengan alasan berita tersebut tidak melalui wawancara.

sidomuncul

Baca juga : Ngeri! Gara-gara Berita, Oknum TNI AL Aniaya Wartawan di Halmahera Selatan, Korban Alami Luka Lebam

Kecaman Keras dari SWI

Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Pusat mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AL terhadap Sukandi.

“SWI tentunya menyesalkan yang terjadi dan mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan di Halmahera Selatan dan kekerasan lain di Wilayah Indonesia,” ujar Ketua Umum SWI Maryoko Aiko dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Jumat (29/3/2024).

Dirinya meminta aparat penegak hukum segera memproses kasus tersebut, sehingga ada efek jera bagi oknum aparat yang sengaja menghalangi kerja-kerja atau melakukan tindak kekerasan akibat pemberitaan yang terkonfirmasi dan sesuai fakta.

“Kita berharap Kapolres Halmahera Selatan dan jajarannya segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas kasus ini. Oknum aparat yang terlibat harus ditindak sesuai peraturan hukum yang berlaku.” pinta Aiko.

Apresiasi untuk Danlanal Ternate

Maryoko Aiko juga memberikan apresiasi terhadap langkah Komandan Lanal Ternate yang membawahi wilayah Halsel, Letkol Marinir Ridwan Azis yang sudah menjenguk korban dan menyampaikan permintaan maafnya secara langsung serta menanggung biaya pengobatan.

“SWI mengapresiasi langkah Letkol Ridwan Azis itu. Apalagi Danlanal Ternate ini memastikan proses hukum terhadap Letda M dan Peltu R tetap berjalan dan Komandan Pos Lanal Halsel juga langsung dicopot. Kita mengawal proses hukumnya berjalan,” terangnya.

Kasus penganiayaan terhadap wartawan oleh oknum TNI AL di Halmahera Selatan merupakan tragedi yang mencoreng wajah institusi TNI. Kebebasan pers dan hak untuk menyampaikan informasi terancam ketika jurnalis menjadi sasaran kekerasan.

Tindakan Danlanal Ternate dalam menangani kasus ini patut diapresiasi. Namun, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kebebasan pers dan hak asasi manusia di kalangan prajurit TNI. (dhi)