Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Ucapan Sekda MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Herman Deru Akhiri Polemik Angkutan Batubara di Jalan Umum

×

Herman Deru Akhiri Polemik Angkutan Batubara di Jalan Umum

Sebarkan artikel ini
Herman Deru Akhiri Polemik Angkutan Batubara di Jalan Umum
Gubernur Sumsel Herman Deru resmikan jalan khusus batubara PT Baturona Adimulyo di Muba. Dok. BHP. Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru resmikan jalur khusus PT Baturona Adimulyo sepanjang 57 kilometer guna memulihkan kenyamanan warga Musi Banyuasin.

SUNGAI LILIN, NUSALY – Penantian panjang masyarakat Sumatera Selatan untuk melihat truk batubara menyingkir dari jalan umum mulai menemui titik terang.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan overpass dan jalur khusus angkutan batubara PT Baturona Adimulyo di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Rabu (11/3/2026).

Langkah ini bukan sekadar urusan teknis industri, melainkan kemenangan kebijakan dalam mengembalikan hak pengguna jalan nasional.

Proyek ambisius ini membentang sepanjang 57 kilometer, lengkap dengan jembatan layang (overpass) sepanjang 45 meter.

Bagi Herman Deru, inisiatif swasta ini adalah jawaban atas desakan konsistennya sejak tahun 2018. Ia tak ingin lagi mendengar keluhan warga soal debu, kemacetan, hingga risiko kecelakaan akibat berbaurnya kendaraan pribadi dengan angkutan emas hitam tersebut.

Mandat Regulasi

Realisasi jalan khusus ini disambut antusias oleh Gubernur sebagai bentuk kepatuhan terhadap undang-undang pertambangan. Herman Deru menegaskan bahwa transformasi ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh para pengusaha tambang di Sumatera Selatan.

Jalan umum harus dikembalikan fungsinya untuk mobilitas masyarakat, sementara logistik tambang wajib memiliki “rumah” sendiri agar efisiensi distribusi meningkat tanpa mengorbankan keselamatan publik.

“Saya gembira sekali. Sejak 2018 saya sudah berkali-kali mengingatkan: pengusaha tambang wajib pakai jalan khusus. Ini mandat undang-undang, bukan sekadar imbauan,” tegas Herman Deru di tengah riuh alat berat di lokasi proyek.

Bagi perusahaan, investasi infrastruktur ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk jangka panjang. Sinergi yang terjalin antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan mampu meredam konflik sosial yang selama ini kerap meletus di jalur lintas Sumatera.

Dengan jalur mandiri, ritme pengiriman batubara dari Musi Banyuasin hingga Rawas Utara bisa berjalan lebih stabil tanpa gangguan arus lalu lintas umum.

Keseimbangan Lingkungan

Senada dengan visi Gubernur, Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet memberikan apresiasi penuh atas gerak cepat PT Baturona Adimulyo. Namun, Toha menitipkan pesan yang tak kalah krusial terkait kelestarian ekosistem di bumi Serasan Sekate.

Pembangunan jalur sepanjang puluhan kilometer ini harus selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan agar tidak meninggalkan luka bagi alam Musi Banyuasin di masa depan.

“Kami dukung penuh jalur khusus ini demi kelancaran logistik daerah. Tapi, saya minta semua pihak tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Jangan sampai pembangunan ini justru merusak ekosistem kita,” ujar Toha Tohet.

Direktur Utama PT Baturona Adimulyo, F. Hary Kristiono, menegaskan bahwa jalur ini dirancang untuk menjadi urat nadi distribusi yang terintegrasi.

Portofolio pembangunan ini juga diproyeksikan mampu membantu angkutan batubara dari daerah tetangga, sehingga beban jalan nasional di Sumatera Selatan bisa berkurang secara signifikan dalam waktu dekat.

Infrastruktur Terpadu

Hadirnya jajaran pejabat strategis seperti Asisten II Apriyadi dan Kepala BBPJN Panji Krisna Wardana menunjukkan betapa seriusnya pengawalan proyek ini. Dukungan penuh dari dinas terkait, mulai dari Perhubungan hingga Lingkungan Hidup, memastikan bahwa overpass dan jalan khusus ini dibangun dengan standar keamanan yang ketat.

Groundbreaking di Sungai Lilin ini mengirimkan pesan kuat bagi seluruh pelaku industri tambang di Bumi Sriwijaya. Di bawah kepemimpinan Herman Deru, kebijakan “jalan khusus” bukan lagi sekadar retorika di atas kertas, melainkan realitas fisik yang mulai menapak di tanah.

Inilah langkah konkret menuju Sumatera Selatan yang lebih tertib, di mana kemajuan industri tidak lagi menjadi beban bagi kenyamanan rakyat di jalan raya. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.