Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru instruksikan Disbudpar poles kembali kampung wisata 13 Ulu yang sempat redup setelah sedekade peluncuran.
PALEMBANG, NUSALY – Memori kejayaan Kampung Wisata Al-Munawar satu dekade silam ingin dibangkitkan kembali. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel untuk segera merancang festival besar di kelurahan 13 Ulu tersebut. Peninjauan langsung pada Jumat (27/3/2026) menjadi sinyal kuat bahwa kawasan bersejarah ini akan kembali “disentuh” lewat agenda pariwisata yang lebih segar.
Herman Deru menilai, Al-Munawar bukan sekadar deretan rumah tua, melainkan simbol keberagaman dan keteguhan adat yang sudah bertahan sejak tahun 1800-an. Namun, ia tak menampik bahwa kondisi fisik kawasan tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Beberapa bangunan membutuhkan perbaikan mendesak agar nilai estetika dan sejarahnya tetap terjaga bagi para pelancong.
Gandeng Bank Indonesia
Rencana pembenahan ini tidak akan berjalan sendiri. Gubernur bergerak cepat dengan menjalin koordinasi kembali bersama Bank Indonesia (BI), yang sepuluh tahun lalu menjadi sponsor utama pengembangan kawasan ini. Sinergi antara pemerintah dan lembaga perbankan diharapkan mampu mempercepat restorasi fisik sekaligus menghidupkan ekosistem kreatif di lingkungan pemukiman keturunan Arab tersebut.
“Tepat sepuluh tahun lalu, pada 2016, kawasan ini diluncurkan lewat festival. Saya melihat Al-Munawar perlu disentuh kembali. Saya sudah koordinasi dengan BI karena dulu mereka sponsor utamanya,” ujar Herman Deru di sela kunjungannya.
Targetnya pun tak main-main. Sebuah festival budaya dan religi ditargetkan sudah bisa menyapa wisatawan sebelum momentum hari raya Idul Adha mendatang. Agenda ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni sesaat, tetapi motor penggerak ekonomi warga yang tetap mempertahankan adat istiadat leluhur mereka.
Simbol Keberagaman
Eksistensi Kampung Al-Munawar yang dihuni generasi keturunan selama berabad-abad mempertegas posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah yang moderat dan kaya akan akulturasi budaya. Bagi Herman Deru, menjaga Al-Munawar sama dengan menjaga salah satu pilar sejarah Palembang di Kecamatan Seberang Ulu II.
“Mudah-mudahan ada festival sebelum Idul Adha nanti. Kawasan ini punya nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat, harus kita hidupkan kembali,” tukasnya.
Langkah Gubernur ini menjadi ujian bagi Disbudpar Sumsel untuk membuktikan bahwa pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) di Palembang bisa bangkit dari tidur panjangnya. Dengan sentuhan festival yang tepat, Al-Munawar diproyeksikan kembali menjadi magnet utama wisata religi di Bumi Sriwijaya. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





