Sektor ekonomi kerakyatan di Provinsi Sumatra Selatan dituntut untuk segera melompat ke ekosistem digital secara menyeluruh. Penguasaan tata kelola bisnis modern menjadi kunci penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional.
PALEMBANG, NUSALY – Ketahanan ekonomi daerah kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor komoditas skala besar, melainkan pada sejauh mana lini usaha mikro, kecil, dan menengah mampu beradaptasi dengan arus digitalisasi.
Pembinaan UMKM di tingkat tapak harus digeser dari pola konvensional menuju penguatan literasi manajemen dan strategi pemasaran berbasis teknologi.
Urgensi transformasi ekonomi tersebut mengemuka dalam pembukaan Jambore UMKM yang diinisiasi oleh Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatra Selatan (Forketas) Tahun 2026. Ajang konsolidasi wirausaha ini dipusatkan di kawasan Citra Grand City One Palembang, Kamis (21/5/2026).
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menegaskan bahwa kedudukan UMKM merupakan pilar utama sekaligus katup penyelamat roda ekonomi masyarakat yang terbukti tangguh menghadapi gejolak pasar.
Selain menjadi penyerap tenaga kerja yang masif di daerah, sektor ini juga menjadi rahim bagi lahirnya inovasi dan kreativitas lokal yang berbasis pada kekuatan mandiri.
Namun, potensi besar tersebut dinilai sering kali terhambat oleh keterbatasan penguasaan teknologi informasi dan tata kelola keuangan yang masih tradisional.
Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai ekosistem digital mutlak diperlukan, baik bagi pelaku usaha kawakan maupun para perintis yang baru memulai langkah niaga mereka.
“Di era yang serba digital saat ini, edukasi mengenai pengembangan usaha berbasis digital sangat dibutuhkan. Pengetahuan tentang manajemen bisnis hingga ketepatan strategi pemasaran menjadi hal yang sangat krusial agar skala usaha UMKM terus naik kelas dan berkembang,” kata Herman Deru saat membuka kegiatan tersebut.
Jaminan perlindungan konsumen
Selain penguatan kapasitas teknologi, keberlanjutan bisnis UMKM digital juga ditentukan oleh faktor kepercayaan pasar. Keberanian pelaku usaha untuk memberikan garansi kualitas dan pelayanan yang adil akan menjadi pembeda utama dalam memenangkan kompetisi di jagat maya.
Langkah penguatan kepercayaan itu diwujudkan melalui Deklarasi Komitmen Pelaku UMKM Sumatra Selatan dalam Penerapan Perlindungan Konsumen.
Komitmen bersama yang ditandai dengan penandatanganan piagam oleh lintas sektor wirausaha ini menjadi jaminan moral bahwa ekspansi pasar digital di Sumsel harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak pembeli.
Tingginya gairah wirausaha di tingkat tapak juga diamini oleh Bupati Banyuasin Askolani yang hadir dalam forum tersebut. Besarnya antusiasme ribuan pelaku usaha yang terlibat dalam pameran menjadi indikasi bahwa penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan pascapandemi berada di tangan para pelaku usaha lokal.
Ketua Forketas Sumatra Selatan Sri Rahayu menjelaskan bahwa jambore ini dirancang sebagai ruang temu hulu-hilir untuk mempererat jejaring bisnis antar-wirausaha.
Rangkaian kegiatan sengaja dibuat beragam, mulai dari lokakarya manajemen, gelar wicara inspiratif, pasar murah produk unggulan, hingga aksi sosial berupa gerakan penanaman pohon bersama.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula penghargaan UMKM Award kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten mengawal pertumbuhan usaha cilik di daerah, termasuk jajaran Tim Penggerak PKK dan perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan.
Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem usaha yang sehat, di mana modal finansial, pendampingan regulasi, dan penguasaan teknologi digital mengalir seimbang ke kantong-kantong perajin di daerah. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





