Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Herman Deru Minta BKOW Jadi Navigator 51 Organisasi Perempuan

×

Herman Deru Minta BKOW Jadi Navigator 51 Organisasi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Herman Deru Minta BKOW Jadi Navigator 51 Organisasi Perempuan
Gubernur Herman Deru meminta BKOW Sumatera Selatan bertransformasi menjadi navigator bagi 51 organisasi perempuan dengan memperkuat literasi digital dan ekonomi. Dok. Pemprov Sumsel

BKOW diminta tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga mampu mengarahkan penguatan kapasitas 51 organisasi perempuan menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi.

PALEMBANG, NUSALY – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) bertransformasi menjadi navigator bagi 51 organisasi perempuan di daerah agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi. Arahan itu disampaikan saat mengukuhkan kepengurusan BKOW Sumsel masa bakti 2026-2030 di Aula Griya Agung Palembang, Rabu (8/7/2026). Pengukuhan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 313/KPTS/DP3A/2026.

Herman Deru mengatakan, BKOW saat ini menaungi 51 organisasi perempuan dari berbagai latar belakang profesi dan kemasyarakatan yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pemberdayaan perempuan di Sumatera Selatan. Penguatan peran koordinasi tersebut diharapkan membuat organisasi induk itu mampu memetakan karakteristik dan potensi setiap anggotanya sehingga program yang dijalankan menjadi lebih terarah.

“Sebagai pembina, saya ingin BKOW mengambil peran sebagai navigator. Artinya, BKOW harus benar-benar paham karakteristik dan potensi dari 51 organisasi wanita yang dinaunginya,” ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, pengurus BKOW di tingkat provinsi bertugas mengoordinasikan sumber daya manusia dari setiap unsur gerakan wanita. Oleh karena itu, BKOW diminta terus menetaskan ide-ide segar agar seluruh organisasi yang tergabung tetap berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Tantangan Digital dan Ekonomi

Herman Deru meminta pengurus BKOW memiliki literasi digital dan pemahaman ekonomi. Menurut dia, kemampuan tersebut diperlukan agar organisasi perempuan tidak hanya menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga mampu menyesuaikan program dengan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Selain tantangan digitalisasi, Herman Deru juga meminta BKOW memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota agar program organisasi dapat berjalan hingga tingkat masyarakat. Hal ini disebabkan perpindahan tugas anggota yang mengikuti mutasi kerja suami kerap memengaruhi dinamika kelembagaan serta keberlanjutan program organisasi perempuan di tingkat daerah.

Fokus Program Kerja

Merespons arahan tersebut, Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang menyatakan berkomitmen untuk menjadikan lembaga ini sebagai wadah strategis sekaligus motor penggerak untuk menyatukan seluruh potensi perempuan di Sumatera Selatan. Menurut Lidyawati, BKOW tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga kekuatan nyata yang menyatukan potensi perempuan dari berbagai profesi untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Lidyawati mengatakan, kepengurusan periode 2026-2030 akan memprioritaskan program peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan ekonomi keluarga, serta penguatan ketahanan sosial budaya perempuan. Penguatan pada ketiga sektor ini dinilai mendesak untuk meningkatkan kemandirian perempuan sekaligus membentengi keluarga dari dampak perubahan sosial.

Untuk mendukung kelancaran program tersebut, BKOW Sumsel akan terus berkoordinasi dan bekerja sama secara teknis dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sumsel serta pemerintah kabupaten dan kota. Penguatan koordinasi antarorganisasi itu diharapkan menjadi modal untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam program pembangunan daerah lima tahun ke depan. ***