Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Ucapan Sekda MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Herman Deru Pacu Percepatan Tanam di Lumpur Banyuasin

×

Herman Deru Pacu Percepatan Tanam di Lumpur Banyuasin

Sebarkan artikel ini
Herman Deru Pacu Percepatan Tanam di Lumpur Banyuasin
Gubernur Sumsel Herman Deru motoran tinjau percepatan tanam di cetak sawah baru Banyuasin. Dok. BHP. Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru motoran menembus jalur sawah Desa Sungai Dua demi mengejar tenggat nasional dan memperkuat lumbung pangan.

BANYUASIN, NUSALY – Terik matahari di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Jumat (27/3/2026), terasa lebih menyengat dari biasanya. Namun, debu jalanan dan panas yang membakar tak menghentikan langkah Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru.

Mengendarai sepeda motor, nakhoda Bumi Sriwijaya ini meliuk menembus pematang sawah. Misinya jelas: memastikan lahan cetak sawah baru tidak menganggur dan segera hijau oleh bibit padi.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni potong pita. Bagi Herman Deru, Banyuasin adalah pertaruhan besar bagi wajah pangan Sumatera Selatan di kancah nasional.

Saat ini, Sumsel kokoh di peringkat ketiga produsen pangan nasional, sebuah capaian yang menurutnya mustahil terwujud tanpa keringat petani Banyuasin yang mencatatkan peningkatan produksi tertinggi di daerah.

Gerakan Cepat

Di tengah hamparan tanah yang baru dibuka, Herman Deru berdiri memberikan instruksi tegas. Ia tak ingin lahan yang sudah susah payah dicetak hanya menjadi hamparan tanah kosong.

Pejabat provinsi, daerah, hingga penyuluh pertanian diminta satu suara: pompa semangat petani, pastikan bibit segera masuk ke lumpur. Kecepatan adalah kunci agar siklus tanam tak meleset dari perhitungan cuaca.

“Kita ini peringkat ketiga nasional. Itu bukan angka di atas kertas, itu kerja keras Banyuasin. Sekarang, lahan yang sudah siap ini jangan didiamkan. Bibit harus segera ditanam. Saya minta penyuluh terus dampingi di lapangan,” tegas Herman Deru di hadapan para petani yang berkumpul di lokasi cetak sawah.

Gubernur juga menyoroti kendala klasik: administrasi lahan. Lewat kehadiran perwakilan Kementerian Pertanian, ia melayangkan desakan agar status lahan di Sumsel segera mendapat kepastian hukum. Baginya, urusan administrasi tidak boleh menjadi “kerikil” yang menghambat cangkul petani di sawah.

Tenggat Nasional

Waktu memang sedang tidak berpihak untuk bersantai. Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D., mengingatkan bahwa agenda ini adalah “utang” tahun 2025 yang harus lunas. Jakarta memberikan tenggat waktu yang mencekik: 31 Maret 2026.

Artinya, hanya tersisa hitungan hari bagi Banyuasin untuk membuktikan taringnya sebagai ujung tombak program cetak sawah nasional.

Menteri Pertanian menaruh beban besar di pundak Sumatera Selatan. Sebagai salah satu daerah yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, keberhasilan di Sungai Dua akan menjadi barometer kemandirian pangan Indonesia.

Luasnya lahan baru di Banyuasin diharapkan mampu memberikan lonjakan hasil produksi yang signifikan dalam waktu singkat.

Sinergi Sektoral

Keseriusan penanganan pangan ini terlihat dari deretan pejabat yang hadir di lapangan. Tampak mendampingi Gubernur, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MM., serta Stafsus Bidang Kebijakan Pertanian Kementan RI, Prof. Dr. Ir. Sam Herodian.

Dari sisi pengamanan teritorial, Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.IP., MM., turut hadir memastikan stabilitas wilayah sentra produksi tetap terjaga.

Aksi “motoran” Herman Deru di tengah sawah Sungai Dua mengirimkan pesan kuat: pemimpin Sumsel siap kotor demi urusan perut rakyat.

Dengan koordinasi yang makin rapat antara pusat dan daerah, Sumatera Selatan optimis target percepatan tanam ini bukan sekadar angka, melainkan langkah nyata mengukuhkan posisi Banyuasin sebagai garda terdepan lumbung pangan nasional yang mandiri. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.