Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk merombak strategi tata kelola komoditas tradisional. Di usia Kabupaten Lahat yang ke-157, otoritas provinsi menuntut adanya lompatan konkret dalam mempersiapkan struktur pasar dan modal manusia lokal menghadapi disrupsi teknologi.
LAHAT, NUSALY – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan bahwa usia tua sebuah daerah tidak boleh menjadi alasan bagi kelambanan adaptasi birokrasi terhadap perubahan global.
Di momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-157 Kabupaten Lahat, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengambil mimbar utama untuk mengintervensi arah kebijakan makro daerah agar tidak terjebak dalam pola pembangunan konvensional yang monoton.
Penegasan arah baru pembangunan tersebut disampaikan langsung oleh Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lahat dalam rangka memperingati HUT kabupaten tersebut, Rabu (20/5/2026).
Hadir mendampingi Gubernur, Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby HD, yang disambut langsung oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi serta seluruh jajaran legislatif Bumi Seganti Setungguan.
Sebagai kepala daerah tingkat provinsi, Herman Deru memposisikan kunjungannya ke salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan ini sebagai ruang supervisi strategis.
Otoritas provinsi melihat, kelimpahan sumber daya alam sektor perkebunan dan cadangan energi fosil yang dimiliki Lahat selama ini rawan mengalami stagnasi nilai jika tidak segera diintegrasikan dengan ekosistem niaga berbasis digital.
Tantangan transformasi makro
Lanskap perekonomian Sumatera Selatan saat ini sedang dipaksa bergeser oleh efisiensi teknologi informasi yang mengubah rantai pasok komoditas hulu hingga ke hilir.
Herman Deru mengingatkan bahwa pola ketergantungan pada penjualan bahan mentah tanpa sentuhan inovasi hilirisasi digital hanya akan menempatkan petani-petani lokal Lahat sebagai objek eksploitasi pasar yang tidak memiliki daya tawar ekonomi.
Gubernur mendesak bupati dan jajaran kepala dinas di Lahat untuk tidak lagi gagap dalam merespons penetrasi kecerdasan buatan dan digitalisasi usaha yang perlahan mulai masuk ke sektor-sektor produktif perdesaan.
Transformasi ini dinilai krusial agar struktur angkatan kerja muda daerah yang melimpah akibat bonus demografi dapat diserap sebagai pelaku utama industri modern, bukan sekadar menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri.
Otoritas provinsi memastikan bahwa insentif bantuan keuangan dari APBD provinsi ke depan akan dikaitkan erat dengan komitmen daerah dalam membangun infrastruktur digital dan penguatan kapasitas modal manusia.
Langkah ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) Herman Deru untuk memastikan seluruh kabupaten penyangga di Sumsel bergerak linear menuju target Indonesia Emas 2045.
“Kabupaten Lahat sebagai salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Namun, masyarakat harus siap menghadapi dampak perkembangan teknologi digital yang perlahan mengubah berbagai sektor usaha. Generasi muda saat ini harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan,” tegas Herman Deru dari mimbar paripurna.
Sinkronisasi program hulu
Gubernur memberikan catatan khusus dan apresiasi terhadap langkah taktis Bupati Lahat Bursah Zarnubi yang mulai memfokuskan pos anggaran daerah pada pengentasan kemiskinan dari tingkat desa.
Strategi intervensi hulu berupa perbaikan kualitas tenaga pengajar serta pemberian subsidi beasiswa kuliah ke perguruan tinggi negeri bagi anak-anak keluarga kurang mampu dinilai Herman Deru sebagai langkah penopang yang tepat.
Sinergi antara kebijakan pemda yang membenahi akar sosial di tingkat tapak dengan kebijakan makro provinsi yang membuka kran investasi diposisikan sebagai formula ideal pembagian kerja antartingkat pemerintahan.
Otoritas provinsi berkomitmen mengawal ketersediaan akses jaringan telekomunikasi (anti-blank spot) di wilayah pelosok Lahat guna mendukung program beasiswa dan digitalisasi desa tersebut agar berjalan tanpa kendala teknis.
Kondisi stabilitas sosial dan keamanan wilayah Lahat yang dinilai sangat kondusif di bawah kepemimpinan saat ini menjadi modal tawar yang dipromosikan gubernur kepada para investor nasional maupun internasional untuk menanamkan modal di sektor non-ekstraktif.
“Dengan kondisi daerah yang kondusif, kekayaan sumber daya alam, serta potensi geografis yang dimiliki, Kabupaten Lahat memiliki modal besar untuk terus tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tambah Herman Deru.
Akuntabilitas instruksi provinsi
Selesainya seremonial rapat paripurna di gedung dewan ini memindahkan fokus pada pembuktian kepatuhan birokrasi kabupaten terhadap arahan gubernur. Desakan Herman Deru terkait percepatan modul ekonomi digital menuntut tindak lanjut instan dari Bappeda dan Dinas Kominfo Lahat dalam menyusun skema regulasi tata niaga elektronik lokal.
Gubernur Sumsel melalui jajaran inspektorat provinsi dipastikan akan melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penyerapan anggaran pembangunan yang bersumber dari bantuan gubernur (bangub). Pengawasan ketat ini ditujukan untuk memitigasi risiko penggunaan dana yang tidak linear dengan program prioritas transformasi ekonomi daerah.
Konsistensi Kabupaten Lahat dalam menerjemahkan visi makro digital yang ditekankan Herman Deru menjadi penentu utama apakah perayaan usia ke-157 ini mampu membawa lompatan daya saing yang rill.
Ketangguhan sebuah kabupaten tua kini tidak lagi diukur dari jejak historisnya, melainkan dari kelincahannya dalam mengadopsi masa depan demi kemakmuran masyarakat di seluruh pelosok desa. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





