Biro SDM Polda Sumsel resmi menetapkan enam perwira pertama terbaik untuk bertarung di tingkat pusat dalam seleksi pendidikan S-2 STIK 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Polri mencetak pemimpin masa depan yang tak hanya cakap di lapangan, tapi juga tajam secara analitis.
PALEMBANG, NUSALY – Korps Bhayangkara di Sumatera Selatan tengah menyiapkan barisan perwira mudanya untuk naik kelas ke jenjang akademik yang lebih tinggi. Melalui sidang pemanggilan seleksi yang digelar di Ruang Rapat Ro SDM Polda Sumsel, Kamis (12/3/2026), enam perwira dinyatakan berhak memegang tiket menuju seleksi tingkat pusat Program Pendidikan S-2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).
Sidang yang dipimpin Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, ini menjadi muara dari penyaringan ketat tingkat daerah. Dari 12 peserta yang bertarung, hanya separuhnya yang mampu menembus standar kualifikasi untuk melanjutkan seleksi di Mabes Polri pada pertengahan Maret ini.
Kehadiran pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam dalam ruang sidang bukan sekadar formalitas. Mereka menjadi penjaga gawang guna memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap tegak, menjamin bahwa setiap nama yang lolos murni berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan.
Kombinasi Penghargaan dan Jalur Reguler
Menariknya, komposisi enam perwira yang lolos ini mencerminkan apresiasi Polri terhadap prestasi dan konsistensi kinerja. Pada jalur kuota penghargaan, muncul nama Iptu Adam Rahman yang saat ini menjabat Ps. Kasatreskrim Polres Empat Lawang, serta Iptu Andaru Galuh Indratno dari Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Sementara itu, empat kursi lainnya diisi oleh para perwira muda yang mengemban tanggung jawab komando di kewilayahan melalui jalur reguler. Mereka adalah Iptu Michael Leonardo Werluka (Muara Enim), Iptu M. Fachrie Persada Putra (Banyuasin), Iptu Muhammad Nabil Khairullah (Ogan Ilir), dan Iptu Agum Marenra yang saat ini memimpin Polsek Babat Supat di Musi Banyuasin.
Keterlibatan para perwira operasional aktif ini menunjukkan bahwa Polri ingin mendudukkan para praktisi lapangan di bangku akademik. Tujuannya jelas: agar teori-teori kepemimpinan strategis yang didapat di STIK nantinya bisa langsung diuji coba dengan dinamika keamanan modern yang kian kompleks.
Menyiapkan Pemimpin Strategis
Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menekankan bahwa seleksi ini adalah proyeksi jangka panjang. Polri butuh pemimpin yang memiliki perspektif akademik kuat untuk menghadapi tantangan zaman. ”Ini bukan soal administrasi semata, tapi tentang kapasitas intelektual dan integritas untuk menjadi pemimpin Polri di masa depan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut transparansi adalah kunci dari lahirnya SDM yang unggul. Menurutnya, proses yang objektif akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap personel untuk berkembang dan membawa nama baik institusi di kancah nasional.
Keenam perwira ini kini bersiap menghadapi fase krusial pada 15–16 Maret 2026 di Mabes Polri. Ujian tingkat pusat nanti akan menjadi pembuktian sejauh mana perwakilan Sumatera Selatan ini mampu bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan kursi pendidikan magister di STIK. (suherman)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





