Pangdam II/Sriwijaya meresmikan jembatan pengganti hasil program Presiden Prabowo guna menyambung kembali urat nadi desa yang putus total akibat terjangan banjir besar pada 2024.
BATURAJA, NUSALY – Luka infrastruktur di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, akibat bencana banjir tahun 2024 akhirnya resmi terobati. Senin (27/4/2026), Jembatan Perintis Garuda berdiri megah sebagai pengganti jembatan gantung lama yang hanyut terbawa luapan arus Sungai Ogan dua tahun silam. Peresmian jembatan ini menjadi bukti nyata percepatan program Presiden Prabowo dalam memulihkan akses vital di pelosok daerah.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis yang hadir didampingi jajaran Forkopimda OKU menegaskan bahwa proyek ini merupakan prioritas nasional. Desa Pusar menjadi titik pertama di wilayah Kodam II/Sriwijaya yang berhasil merampungkan pembangunan ini, di tengah tantangan medan berat yang masih dihadapi di daerah lain.
“Jembatan ini dulu sempat viral karena hanyut diterjang banjir. Alhamdulillah, lewat program Bapak Presiden, sekarang sudah selesai dan jauh lebih kokoh. Kita ingin anak-anak sekolah tidak perlu lagi bertaruh nyawa atau berputar jauh, dan ekonomi ladang kembali lancar,” ujar Mayjen TNI Ujang Darwis.
Simbol Kemanunggalan dan Kebangkitan Ekonomi

Kepala Desa Pusar H. Zainuddin melalui Sekretaris Desa Pusar, Arius Defriansa, mengenang kembali betapa lumpuhnya aktivitas warga saat jembatan gantung lama mereka hilang ditelan arus. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda yang baru ini ia sebut sebagai bentuk perhatian besar TNI-AD dan Pemerintah Pusat terhadap nasib warga desa.
“Tahun 2024 jembatan kami putus total. Hari ini kami bangga, jembatan penggantinya sudah berdiri lebih megah. Warga kini bisa melintas dengan tenang,” kata Arius penuh syukur.
Senada dengan itu, Ketua BPD Pusar Garsubi mengapresiasi penempatan program Presiden Prabowo yang menunjuk Desa Pusar sebagai satu-satunya penerima manfaat pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kabupaten OKU. Ia menilai eksekusi teknis dari jajaran TNI di lapangan sangat presisi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Apresiasi mendalam pun mengalir dari seluruh lapisan masyarakat Desa Pusar. Arius menegaskan bahwa warga sepakat memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD, khususnya Pangdam II/Sriwijaya, yang telah merealisasikan pembangunan ini dengan sangat cepat dan berkualitas.
“Kami mewakili seluruh warga Desa Pusar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pangdam II/Sriwijaya dan seluruh jajaran TNI AD. Bagi kami, ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi bukti nyata bahwa TNI hadir saat kami benar-benar kehilangan harapan karena bencana,” pungkas Arius.
Menjaga Aset Nasional di Tingkat Desa
Penyelesaian jembatan ini membawa harapan baru bagi mobilitas siswa dan distribusi hasil kebun yang sempat terganggu selama dua tahun terakhir. Dengan konstruksi yang diklaim jauh lebih stabil, jembatan ini diharapkan menjadi penahan laju ketertinggalan ekonomi akibat bencana masa lalu.
Kini, tugas besar beralih ke pundak masyarakat untuk merawat infrastruktur berharga ini. Sesuai pesan Pangdam dan Bupati OKU, Jembatan Perintis Garuda harus dijaga sebagai warisan kemanunggalan TNI-Rakyat yang lahir dari semangat kepedulian negara terhadap warganya di garis depan pembangunan. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





