Kesehatan adalah benteng terakhir bagi warga binaan dalam menjalani masa hukuman yang produktif. Di Rutan Baturaja, pemeriksaan medis bagi kelompok lanjut usia kini dipertajam untuk memastikan tak ada hak dasar yang terabaikan di balik jeruji besi.
BATURAJA, NUSALY – Memasuki usia senja di dalam ruang gerak yang terbatas bukanlah perkara mudah. Menyadari kerentanan tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja mulai menggeser fokus pembinaan pada aspek kesehatan preventif. Pada Jumat (24/4/2026), unit Klinik Pratama rutan setempat melakukan penyisiran medis khusus bagi warga binaan lanjut usia dan mereka yang memiliki catatan penyakit kronis.
Pemeriksaan ini menjadi krusial karena kondisi fisik penderita diabetes atau hipertensi di dalam rutan bisa bergejolak sewaktu-waktu akibat faktor psikologis maupun lingkungan. Petugas medis tidak lagi sekadar menunggu keluhan di meja klinik, melainkan aktif melakukan pengecekan tanda vital secara berkala untuk memetakan risiko kesehatan penghuni secara presisi.
Kepala Rutan Baturaja Fitri Yady menekankan bahwa pemenuhan hak kesehatan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral negara. Menurutnya, keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada stabilitas fisik dan mental warga binaan. Seseorang yang didera penyakit kronis tanpa penanganan memadai mustahil bisa mengikuti program keterampilan atau kerohanian dengan optimal.
“Kami memprioritaskan lansia karena mereka adalah kelompok yang paling rentan. Pemantauan rutin ini dilakukan agar setiap gejala penyakit bisa dideteksi sebelum menjadi komplikasi yang fatal,” ujar Fitri Yady di tengah peninjauan layanan medis tersebut.
Edukasi dan Jaminan Ketersediaan Obat
Di sisi lain, pemenuhan hak sehat ini didukung dengan jaminan ketersediaan stok obat-obatan di Klinik Pratama. Namun, pihak rutan menyadari bahwa intervensi medis saja tidak cukup. Para penghuni lansia juga diberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat yang adaptif dengan lingkungan rutan, seperti olahraga ringan untuk menjaga sirkulasi darah dan mobilitas sendi.
Langkah yang diambil Rutan Baturaja ini menjadi preseden bahwa sistem pemasyarakatan modern harus tetap menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Dengan memastikan derajat kesehatan warga binaan tetap terjaga, rutan bukan lagi sekadar tempat penghukuman, melainkan institusi yang mempersiapkan manusia untuk kembali ke masyarakat dalam kondisi yang lebih baik, secara lahir maupun batin. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





