Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kamtibmas

Pelajar Sekolah Dasar di Baturaja Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Danau Sekarjaya

×

Pelajar Sekolah Dasar di Baturaja Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Danau Sekarjaya

Sebarkan artikel ini
Pelajar Sekolah Dasar di Baturaja Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Danau Sekarjaya
Pelajar SD meninggal dunia usai tenggelam di Danau Sekarjaya Baturaja. Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo soroti risiko aspirasi air dan pengawasan ruang publik. Dok. Humas Polres OKU

Tragedi yang merenggut nyawa Rizki Albara (11) di perairan Jalan Rajawali 2 menggarisbawahi besarnya risiko laten di lingkungan pemukiman. Selain persoalan pengawasan, kondisi fisiologis akibat aspirasi air menjadi faktor krusial yang menentukan peluang keselamatan korban dalam hitungan menit.

BATURAJA, NUSALY – Kesunyian siang di Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, pecah oleh kepanikan di tepi danau dekat Perumahan Mutiara Residen, Jumat (24/4/2026).

Seorang bocah berumur 11 tahun bernama Rizki Albara kehilangan nyawa setelah upaya penyelamatan di Rumah Sakit dr. Noesmir tidak mampu melawan dampak kerusakan organ akibat tenggelam.

Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo mengonfirmasi bahwa musibah tersebut bermula sekitar pukul 13.15 WIB. Korban yang sedang mandi bersama empat rekannya diduga belum memahami kontur dan kedalaman danau.

Petaka terjadi saat pegangan korban pada punggung temannya terlepas, memicu kepanikan di air yang berujung pada hilangnya kendali tubuh korban hingga tenggelam ke dasar danau.

Hipoksia dan Kegagalan Fungsi Vital

Data medis menunjukkan bahwa jeda waktu antara tenggelam hingga evakuasi menjadi titik kritis yang menentukan. Saat korban dilarikan ke RS dr. Noesmir, tim medis mendapati adanya aspirasi air dalam skala besar yang masuk ke paru-paru. Secara medis, air yang masuk ke saluran napas tidak hanya menghambat pasokan oksigen, tetapi juga merusak surfaktan paru-paru.

Kondisi ini memicu hipoksia atau kekurangan oksigen akut yang dengan cepat menjalar ke sel-sel otak. Meski tim medis telah berupaya melakukan resusitasi jantung dan paru selama lebih dari satu jam, kerusakan organ yang sudah terlalu parah memaksa tim dokter menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 14.45 WIB.

Penjelasan teknis ini memberikan pemahaman bagi pembaca bahwa durasi singkat di bawah air mampu memicu kerusakan permanen yang sulit dipulihkan oleh tindakan medis darurat sekalipun.

Evaluasi Pengamanan di Wilayah Hukum OKU

Aparat Polsek Baturaja Timur telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal guna memastikan akuntabilitas peristiwa tersebut.

Fokus kepolisian kini tertuju pada pengumpulan keterangan saksi untuk menutup kemungkinan adanya unsur pidana dalam kecelakaan murni ini. Namun, di balik urusan administratif, AKBP Endro Aribowo menyoroti persoalan yang lebih mendasar yakni mitigasi risiko di area publik.

“Kami meminta masyarakat tidak lagi menganggap remeh keberadaan area perairan terbuka di sekitar pemukiman. Orang tua harus berperan aktif melarang anak-anak bermain di lokasi berisiko tinggi tanpa pengawasan dan alat keselamatan yang memadai,” tegas AKBP Endro Aribowo.

Saat ini jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di RSS Sriwijaya untuk disemayamkan. Pihak kepolisian pun menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi terkait urgensi pemasangan rambu peringatan di area-area rawan guna meminimalisir risiko serupa di masa depan. (Jum Radit)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.