Personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI bersama warga Desa Pematang Sukatani melakukan percepatan pengolahan lahan seluas 1,5 hektar untuk komoditas jagung. Langkah ini menjadi strategi penguatan ketahanan pangan lokal sekaligus motor penggerak ekonomi produktif di wilayah Ogan Komering Ilir.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali berdenyut di pelosok Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128, personel Kodim 0402/OKI kini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mulai merambah sektor krusial: ketahanan pangan.
Di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, deru alat pertanian dan ayunan cangkul para prajurit bersahutan dengan canda tawa warga lokal. Mereka bahu-membahu menyulap lahan semak seluas 1,5 hektar menjadi hamparan tanah produktif yang siap ditanami jagung, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini merupakan respons strategis TNI dalam menghadapi fluktuasi harga pangan nasional dengan cara memperkuat kemandirian dari tingkat desa. Lahan yang sebelumnya telantar kini dipersiapkan secara intensif, mulai dari pembersihan gulma hingga penggemburan tanah agar hasil panen nantinya mencapai target maksimal.
“Program Hanpangan (Ketahanan Pangan) dalam TMMD ini adalah bentuk nyata bahwa TNI peduli pada urusan perut rakyat. Kami ingin mempercepat pengelolaan lahan yang ada agar warga bisa segera merasakan manfaat ekonominya,” tegas Koordinator Lapangan, Lettu Kav Adam, di sela-sela aktivitasnya memantau lahan.
Memacu Ekonomi Desa
Pemilihan komoditas jagung bukan tanpa alasan. Jagung dinilai memiliki masa tanam yang relatif singkat dan pasar yang stabil di Sumatera Selatan, sehingga dianggap mampu memberikan dampak instan bagi pendapatan keluarga di Desa Pematang Sukatani.
Bagi Lettu Kav Adam, keberhasilan program ini sepenuhnya bergantung pada roh gotong royong. TNI berperan sebagai stimulan, sementara masyarakat adalah pemilik masa depan lahan tersebut. Kehadiran personel Satgas di lapangan diharapkan mampu menularkan teknik pengelolaan lahan yang lebih efektif bagi para petani setempat.
“Kebersamaan inilah yang menjadi inti dari TMMD. Kami sangat mengapresiasi warga yang ikut turun langsung ke lumpur. Ini bukan sekadar menanam jagung, tapi menanam motivasi agar masyarakat lebih giat memanfaatkan lahan tidur mereka,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Selama ini, publik sering kali melihat TMMD hanya sebatas perbaikan jalan atau renovasi bangunan. Namun, pada edisi ke-128 ini, Kodim 0402/OKI mencoba melakukan pendekatan yang lebih holistik dengan menyentuh sektor pemberdayaan masyarakat.
Warga Desa Pematang Sukatani menyambut baik pergeseran fokus ini. Mereka merasakan bahwa bantuan berupa tenaga dan pendampingan teknis dari TNI memberikan harapan baru di tengah keterbatasan sarana pertanian yang mereka miliki. Program ini dipandang sebagai pemantik semangat bagi petani untuk kembali menggarap lahan dengan lebih serius.
“Kami berharap kebun jagung ini nanti jadi contoh bagi titik-titik lain di Mesuji Makmur. Kalau TNI saja mau turun ke kebun, kami sebagai warga tentu harus lebih semangat,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam pengolahan lahan.
Ketahanan Pangan sebagai Benteng Pertahanan
Secara makro, apa yang dilakukan Satgas TMMD di OKI adalah bagian dari skema besar pertahanan negara non-militer. Ketahanan pangan nasional yang kokoh dimulai dari ketersediaan stok pangan di tingkat desa. Jika setiap desa memiliki lahan produktif yang dikelola dengan baik, kerawanan sosial akibat kelangkaan pangan dapat diminimalisir.
TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI pun diproyeksikan menjadi katalisator bagi pembangunan yang berkelanjutan. Harapannya, setelah masa tugas Satgas berakhir, masyarakat Desa Pematang Sukatani dapat melanjutkan pengelolaan kebun jagung ini secara mandiri dan menjadikannya sebagai salah satu pilar ekonomi desa yang tangguh.
Lahan 1,5 hektar di Mesuji Makmur kini tidak lagi sunyi. Di sana, harapan baru sedang disemai oleh tangan-tangan berseragam loreng dan telapak tangan keras para petani OKI. Sebuah pelukan abadi antara pengabdian militer dan kemandirian pangan rakyat di Bumi Bende Seguguk. (puputzch)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





