Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kilas Daerah

Lima Titik Api Karhutla Mulai Kepung Sumatera Selatan

×

Lima Titik Api Karhutla Mulai Kepung Sumatera Selatan

Sebarkan artikel ini
Lima Titik Api Karhutla Mulai Kepung Sumatera Selatan
Karhutla di wilayah Kabupaten OKU. Dok. BPBD Sumsel

Patroli udara mendeteksi kebakaran lahan di lima kabupaten terpisah sehingga memaksa pengerahan helikopter pengebom air secara intensif

PALEMBANG, NUSALY – Ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali mengintai wilayah Sumatera Selatan seiring ditemukannya sejumlah titik api baru. Patroli udara menangkap keberadaan lima titik api (firespot) yang tersebar di lima kabupaten rawan, menandai peningkatan kesiapsiagaan bagi tim satgas penanggulangan bencana daerah.

Seluruh titik api tersebut terpantau berdasarkan hasil pengamatan visual udara yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan. Kemunculan api di beberapa zona perkebunan dan lahan telantar ini memicu pergerakan cepat armada pemadam.

Otoritas terkait langsung memetakan klaster kerawanan guna mencegah meluasnya kobaran api ke kawasan hutan konservasi maupun permukiman warga. Kecepatan penanganan di fase awal menjadi kunci agar Sumsel tidak terjebak dalam krisis kabut asap tahunan.

Sebaran api

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman menjelaskan bahwa kelima titik api tersebut terdeteksi di Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ulu (OKU). Masing-masing wilayah mengonfirmasi adanya satu titik kebakaran aktif.

“Berdasarkan pantauan dua helikopter patroli udara kemarin, ditemukan 5 firespot di Ogan Ilir, Muara Enim, PALI, Muba, dan OKU. Masing-masing ditemukan 1 titik api,” ujar Sudirman, Selasa (2/6/2026).

Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran melanda wilayah Sungai Keruh dengan luasan lahan yang terdampak mencapai 2 hektare. Meski terus memicu kepulan asap, kondisi di lapangan dilaporkan masih dalam kategori tipis dan relatif terkendali oleh tim pemadam setempat.

Sementara itu, kebakaran dengan luasan yang sama juga terdeteksi di wilayah Talang Ubi Kabupaten PALI, serta di Peninjauan Kabupaten OKU. Di Muara Enim, api membakar 1 hektare lahan di kawasan Gunung Megang, sedangkan di Ogan Ilir, lahan seluas 2 hektare di Rambang Kuang dinilai memiliki potensi meluas yang cukup tinggi.

Pengeboman air

Guna melokalisasi kobaran api agar tidak merembet, BPBD Sumsel langsung mengambil tindakan taktis dengan mengerahkan kekuatan udara. Operasi pemadaman dari langit difokuskan pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh jalur darat.

Dua helikopter pengebom air (water bombing) dikerahkan untuk melakukan gempuran langsung ke pusat api di wilayah PALI, OKU, dan Ogan Ilir. Kedua helikopter tersebut tercatat melakukan hingga 36 kali penerbangan untuk menumpahkan air di atas lahan yang membara.

“Pemadaman dengan helikopter water bombing dilakukan di PALI, OKU, dan Ogan Ilir. Total dua helikopter yang dikerahkan melakukan 36 kali water bombing. Hanya di Peninjauan, OKU, yang hingga akhir pemadaman masih berasap. Sedangkan di OKU dan Ogan Ilir berhasil dipadamkan,” katanya.

Untuk area kebakaran yang tidak terjangkau oleh armada udara, BPBD memaksimalkan peran personel di darat. Pemadaman di titik-titik tersebut sepenuhnya dikoordinasikan dengan satgas darat yang terdiri atas Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat peduli api.

Kesadaran warga

Berulangnya siklus kebakaran lahan ini kembali memicu peringatan keras dari otoritas penanggulangan bencana. Faktor kelalaian manusia dalam aktivitas pembukaan lahan pertanian atau perkebunan masih disinyalir menjadi pemicu utama munculnya titik-titik api baru.

Pemerintah daerah mengimbau keras masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membersihkan lahan dengan metode pembakaran. Langkah preventif dari tingkat tapak dinilai jauh lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan penanggulangan saat api sudah membesar.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” kata Sudirman menambahkan. (desta)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang