Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Muba Maju Lebih Cepat

Melampaui Peremajaan Kebun, Musi Banyuasin Incar Hilirisasi Sawit dan Biomassa

×

Melampaui Peremajaan Kebun, Musi Banyuasin Incar Hilirisasi Sawit dan Biomassa

Sebarkan artikel ini
Melampaui Peremajaan Kebun, Musi Banyuasin Incar Hilirisasi Sawit dan Biomassa
Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Syafaruddin, yang bertindak mewakili Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH menggalang sinergi dengan BPDP untuk memperluas cakupan program dari sekadar peremajaan kebun menuju ekosistem hilirisasi sawit dan biomassa. Dok. Diskominfo Muba

Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin mendorong penguatan ekosistem hulu-hilir perkebunan rakyat melalui investasi sumber daya manusia, mekanisasi, hingga industri energi terbarukan

JAKARTA, KOMPAS — Sebagai salah satu pilar penyangga komoditas perkebunan nasional, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai menggeser paradigma tata kelola ekonominya.

Tidak lagi sekadar bertumpu pada tingkat produktivitas di sektor hulu, daerah ini kini agresif mengincar penguatan ekosistem hilirisasi terintegrasi guna mendongkrak nilai tambah komoditas sekaligus menjaga keberlanjutan kesejahteraan pekebun rakyat.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penggalangan sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Dalam audiensi kedinasan di Kantor BPDP Jakarta, Kamis (4/6/2026), Pemkab Musi Banyuasin mengajukan cetak biru pengembangan sektor perkebunan dari hulu hingga hilir, mencakup hilirisasi kelapa sawit, pengembangan biomassa, penguatan sumber daya manusia, hingga jalur pendidikan vokasi.

Sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet, selama ini menjadi urat nadi perekonomian sekaligus penopang hidup utama masyarakat pedesaan di Musi Banyuasin.

Data daerah mencatat, wilayah ini memiliki hamparan perkebunan kelapa sawit seluas 316.760 hektare dengan volume produksi mencapai 1,75 juta ton per tahun. Sementara untuk komoditas karet, luasan lahannya mencapai 208.919 hektare dengan kapasitas produksi sekitar 211.000 ton per tahun.

Menjaga momentum peremajaan sawit

Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Syafaruddin, yang bertindak mewakili Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH, menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu pelaksana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbesar di Sumatera Selatan.

Sebagian besar tanaman dari puluhan kelembagaan pekebun yang mengikuti program replantasi tersebut kini telah memasuki fase produktif dan menunjukkan peningkatan hasil panen yang signifikan.

“Keberhasilan PSR di Musi Banyuasin membuktikan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui BPDP telah memberikan manfaat nyata bagi pekebun dan masyarakat,” ujar Syafaruddin.

Kunci kontribusi tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja, menekan angka kemiskinan, serta menggerakkan roda ekonomi perdesaan.

Meski demikian, pemkab memandang intervensi di sektor hulu tidak lagi cukup untuk menghadapi dinamika pasar global yang menuntut keberlanjutan dan standardisasi mutu yang tinggi.

Oleh sebab itu, jangkauan dukungan pusat diharapkan meluas pada aspek penguatan kapasitas petani lewat program pelatihan, sertifikasi landskap, pemberian beasiswa pendidikan, hingga bantuan mekanisasi pertanian modern guna mendongkrak efisiensi produksi.

Merajut proyek strategis biomassa

Dalam dokumen usulannya, Musi Banyuasin tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis yang menghubungkan hasil perkebunan dengan industri energi hijau.

Beberapa proyek yang disiapkan antara lain pembangunan pabrik komoditas bahan bakar padat terbarukan (black pellet) di Kecamatan Sungai Lilin serta pengembangan industri bioetanol dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Infrastruktur industri tersebut nantinya akan disokong oleh kesiapan tenaga kerja lokal melalui optimalisasi kawasan vokasi atau Muba Technopark.

Melalui pendekatan terpadu ini, Musi Banyuasin mengajukan diri agar ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan nasional untuk pengembangan perkebunan terintegrasi berkelanjutan yang menghubungkan seluruh simpul ekonomi dari ladang hingga pabrik.

Merespons usulan tersebut, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Program dan Layanan BPDP Hery Yulianto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal keberlanjutan kebun sawit rakyat, khususnya di Musi Banyuasin.

Pihak BPDP menyatakan akan segera menindaklanjuti poin-poin kemitraan strategis yang diajukan daerah demi mendukung penguatan industri kelapa sawit nasional.

Komitmen penguatan ekosistem perkebunan ini memberikan arah baru bagi masa depan kedaulatan ekonomi daerah. Kunci keberhasilannya kini bertumpu pada kecepatan eksekusi di lapangan, agar jalinan regulasi di tingkat pusat mampu menjelma menjadi kemakmuran nyata yang mengalir di setiap jengkal tanah perkebunan rakyat Musi Banyuasin. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang