Polres OKU melalui Polsek Lubuk Batang menyalurkan 1,5 ton beras kualitas medium untuk menjaga daya beli masyarakat di tingkat desa dari tekanan fluktuasi harga bahan pokok.
OKU, NUSALY – Di tengah ketidakpastian harga komoditas pangan yang kerap mencekik warga berpenghasilan rendah, sebuah langkah taktis dilakukan oleh korps kepolisian di tingkat lokal.
Mapolsek Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (5/5/2026) malam, mendadak sibuk. Sekitar pukul 20.10 WIB, truk pengangkut pasokan beras tiba, menandai dimulainya babak baru Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Polri bekerja sama dengan Perum Bulog.
Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan instrumen kebijakan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar secara langsung.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo melalui Kapolsek Lubuk Batang, AKP Jenizar, menegaskan bahwa kehadiran beras murah ini merupakan solusi cepat merespons keresahan warga atas lonjakan harga kebutuhan sehari-hari yang kian membebani kantong masyarakat di tingkat akar rumput.
Intervensi Pasar
Lonjakan harga bahan pokok sering kali menjadi pemicu kerentanan ekonomi bagi keluarga prasejahtera. Guna meredam hal tersebut, sinergi antara Polri dan Bulog Cabang OKU diwujudkan melalui pendistribusian beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sebanyak 300 sak beras kualitas baik, dengan total berat mencapai 1,5 ton, kini telah siap di gudang penyimpanan Polsek.
Setiap kemasan sak berisi 5 kilogram beras tersebut akan dilepas ke masyarakat dengan harga di bawah rata-rata pasar tradisional.
AKP Jenizar menjelaskan bahwa mekanisme penjualan ini mengikuti ketentuan ketat dari pemerintah pusat agar tujuan stabilisasi ekonomi benar-benar tercapai. Strategi ini diharapkan mampu memutus rantai spekulasi harga yang sering kali muncul saat pasokan di tingkat pedagang eceran mulai goyah.
Distribusi Prioritas
Penyaluran 1,5 ton beras ini tidak akan dilakukan secara acak. Polsek Lubuk Batang telah memetakan target sasaran yang meliputi keluarga kurang mampu, kelompok lansia, serta warga yang terdampak langsung oleh ketidakstabilan harga pangan di pasar-pasar lokal.
Fokus utama adalah memastikan bahwa bantuan ini sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan tanpa melalui perantara.
“Kami pastikan beras ini segera sampai ke tangan yang berhak. Program ini adalah bukti nyata kehadiran Polri dalam mengatasi kesulitan rakyat di sektor pangan,” ungkap AKP Jenizar.
Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya kepolisian untuk membangun kepercayaan publik melalui aksi nyata di luar fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat tradisional.
Pengawalan Transparansi
Guna menghindari penyimpangan dan memastikan akurasi data, proses distribusi akan dikawal ketat oleh personel kepolisian yang berkoordinasi langsung dengan perangkat desa setempat.
Transparansi dan ketertiban menjadi kunci agar program Gerakan Pangan Murah ini tidak salah sasaran dan dapat dinikmati oleh penerima manfaat yang sah.
Keberadaan 1,5 ton beras murah di Lubuk Batang diharapkan menjadi oase di tengah tekanan ekonomi yang melanda.
Dengan data penerima yang akurat dan pengawasan melekat di lapangan, Polri berupaya menjaga agar stabilitas pangan di tingkat desa tetap terjaga, sekaligus memberikan jaminan bahwa negara hadir saat rakyat menghadapi kesulitan ekonomi di dapur mereka masing-masing. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





