Meski bantuan senilai hampir Rp700 juta telah disiagakan di posko utama, Pemerintah Kabupaten OKU mengonfirmasi masih membutuhkan tambahan tandon air darurat di lokasi rawan kebakaran.
BATURAJA, NUSALY – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima bantuan peralatan dan logistik penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kapasitas kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla seiring masuknya puncak musim kemarau.
Bantuan senilai hampir Rp700 juta tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M. kepada Sekretaris Daerah OKU Alva Elan, S.ST., M.PSDA yang mewakili Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd. di Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Palembang, Jumat (17/7/2026).
Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi 3 unit mesin pompa air beserta perlengkapannya, 10 set alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, serta 100 paket logistik sembako.
Alva Elan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD Sumatera Selatan atas dukungan tersebut. Menurut dia, bantuan peralatan dan logistik itu akan memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten OKU dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Kemarau
Dukungan sarana prasarana ini mengalir di tengah tren peningkatan titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan. Berdasarkan data BPBD Provinsi Sumsel hingga 10 Juli, secara kumulatif telah terdeteksi sebanyak 2.342 titik panas di Sumsel sepanjang tahun 2026, dengan sebaran 493 titik terpantau hanya dalam sepuluh hari pertama bulan Juli.
Kabupaten OKU tercatat menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatera Selatan. Berdasarkan data BPBD Sumsel hingga 10 Juli, wilayah ini mencatat 65 hotspot, berada di bawah Musi Banyuasin (89 titik), Muara Enim (71 titik), dan Ogan Komering Ilir (67 titik).
Sebagai langkah antisipasi dini terhadap puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang, Pemerintah Kabupaten OKU telah resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla yang berlaku sejak 8 Juni hingga 30 September 2026.
Penempatan Alat dan Operasional Lapangan
Saat dikonfirmasi mengenai penempatan dan kesiapan operasional bantuan tersebut, Sekda OKU Alva Elan mengatakan seluruh peralatan akan langsung disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla selama status siaga bencana berlangsung.
“Peralatan akan di-standby-kan di Posko Utama BPBD OKU. Peralatan siap digunakan, sedangkan logistik siap disalurkan ketika terjadi bencana,” ujar Alva Elan saat dihubungi dari Baturaja, Jumat (17/7/2026).
Masih Butuh Tandon Air Darurat
Meski bantuan dari pemerintah provinsi tersebut sangat membantu, Pemkab OKU mengakui bahwa sarana penanggulangan karhutla di daerahnya belum sepenuhnya ideal. Struktur geografis dan sulitnya sumber air di beberapa titik rawan menjadi tantangan tersendiri saat proses pemadaman darat dilakukan.
Alva mengungkapkan, salah satu fasilitas krusial yang saat ini masih mendesak untuk ditambahkan adalah tandon air portabel yang berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara di lokasi kebakaran.
“Bantuan ini sangat membantu kesiapsiagaan kami. Namun masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, terutama tandon air untuk penampungan sementara di lokasi kejadian. Mudah-mudahan ke depan kebutuhan tersebut juga dapat kami peroleh,” jelas Alva.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengingatkan bahwa kesiapan peralatan pemadam darat di tingkat kabupaten seperti di OKU ini sangat krusial agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
“Hotspot merupakan indikator awal yang harus segera ditindaklanjuti. Karena itu, patroli darat dan kesiapan peralatan penunjang di lapangan menjadi kunci utama,” pungkas Sudirman.
Dengan status siaga karhutla yang masih berlaku hingga akhir September, kesiapan peralatan, logistik, dan dukungan sarana pendukung menjadi bagian penting dalam memperkuat respons cepat terhadap potensi kebakaran di wilayah OKU. (radit)











