Wakil Gubernur Cik Ujang dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa selaraskan langkah pembangunan lewat Safari Ramadhan guna rapikan etalase provinsi.
PALEMBANG, NUSALY – Posisi Palembang bukan sekadar ibu kota, melainkan cermin bagi wajah Sumatera Selatan secara utuh. Kesadaran inilah yang membawa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang duduk satu meja dalam Safari Ramadhan di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Minggu (15/3/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang bagi Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dan Wali Kota Ratu Dewa untuk mengikis ego sektoral demi percepatan pembangunan yang lebih presisi.
Bagi Cik Ujang, menata Palembang adalah urusan harga diri provinsi. Sebagai pintu masuk utama atau etalase, kemolekan dan keteraturan Palembang akan menentukan persepsi publik terhadap kinerja pembangunan di seluruh Sumatera Selatan. Oleh karena itu, sinkronisasi program antara provinsi dan kota tidak boleh lagi terhambat oleh sekat-sekat administratif yang kaku.
Energi Kolaborasi
Wali Kota Palembang Ratu Dewa memandang dukungan dari gedung gubernuran sebagai napas tambahan. Di tengah ambisi membenahi infrastruktur dan layanan publik, koordinasi yang buntu di tingkat birokrasi hanya akan merugikan warga.
Ramadhan kali ini menjadi momentum untuk melenturkan komunikasi yang mungkin sempat kaku, memastikan setiap proyek strategis di kota ini berjalan di atas rel yang sama.
“Kita butuh kolaborasi nyata. Dukungan Pemprov Sumsel itu krusial supaya percepatan di Palembang tidak jalan di tempat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ratu Dewa di hadapan barisan pejabat OPD dan tokoh pemuda.
Cik Ujang mengamini hal tersebut. Ia mengingatkan bawahannya di tingkat provinsi agar tidak menjaga jarak dengan kebutuhan kota. Jika Palembang rapi dan pembangunannya moncer, maka nama baik Sumatera Selatan akan ikut terkerek naik. Inilah strategi “wajah depan” yang ingin diperkuat oleh duet kepemimpinan ini.
Aspirasi Akar Rumput
Safari Ramadhan ini juga tidak melulu bicara urusan meja kerja birokrasi. Kehadiran organisasi kepemudaan dimanfaatkan Cik Ujang untuk menyerap kegelisahan dan ide-ide segar dari bawah. Baginya, suara anak muda adalah kompas agar kebijakan pembangunan tidak meleset dari kebutuhan zaman. Masukan ini akan menjadi bahan “belanja masalah” yang penting dalam merumuskan program pemerintah ke depan.
“Kami di sini memastikan komunikasi tidak macet. Kami dengar langsung apa mau rekan-rekan pemuda agar anggaran daerah terserap tepat sasaran, bukan sekadar habis untuk seremoni,” cetus Cik Ujang.
Sinergi Tanpa Tumpang Tindih
Suasana hangat di rumah dinas tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk menjaga ritme kerja yang saling mengisi. Targetnya jelas: tidak boleh ada tumpang tindih anggaran atau program yang mubazir antara provinsi dan kota. Fokus tunggal mereka adalah bagaimana menaikkan level kesejahteraan warga melalui pembangunan yang merata dan terintegrasi.
Kehadiran jajaran pimpinan perangkat daerah dari kedua belah pihak menjadi jaminan bahwa komitmen politik ini akan langsung turun ke level teknis.
Melalui semangat Safari Ramadhan, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang sepakat bahwa kemajuan Palembang adalah tolok ukur utama keberhasilan pembangunan Sumatera Selatan di mata dunia. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





