Tingginya curah hujan di wilayah perairan Kabupaten Musi Banyuasin memicu kerusakan pada sejumlah titik jalan tanah yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Menghadapi tantangan alam tersebut, Pemerintah Kecamatan Lalan bersama masyarakat menginisiasi perbaikan swadaya guna memastikan akses distribusi logistik dan transportasi tetap terjaga.
LALAN, NUSALY – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menuntut kesiapsiagaan ekstra dalam pemeliharaan infrastruktur jalan, terutama pada akses penghubung antar-desa yang masih berlapis tanah. Di Kecamatan Lalan, Camat Jamian menggerakkan warga dan pemilik alat berat untuk melakukan penimbunan serta renovasi pada titik-titik kerusakan di sepanjang jalur TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Lalan menuju pusat pemerintahan di Desa Bandar Agung. Karena strukturnya yang masih berupa tanah, jalur ini sangat rentan mengalami kerusakan parah saat diguyur hujan lebat jika tidak mendapatkan perawatan rutin secara berkala.
“Jalan TMMD ini menjadi salah satu akses vital menuju kecamatan yang bisa dilalui mobil. Curah hujan yang tinggi dan kondisi jalan yang masih tanah mengharuskan kita selalu melakukan perawatan agar masyarakat tidak kesulitan melintas,” ujar Jamian, Rabu (22/4/2026).
Kolaborasi dan Gotong Royong
Langkah perbaikan ini dilakukan melalui skema kolaborasi unik antara pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Bandar Agung, dan sektor swasta. Pemilik ekskavator di wilayah tersebut secara sukarela meminjamkan alat berat mereka tanpa memungut biaya sewa, sementara warga bahu-membahu menyiapkan kebutuhan operasional secara swadaya.
Kegiatan perawatan ini telah menjadi agenda rutin setiap bulan selama musim hujan untuk mencegah keterisolasian wilayah. Menurut Jamian, inisiatif ini diambil agar kerusakan tidak semakin meluas yang berpotensi memutus akses transportasi masyarakat menuju pusat kecamatan.
Apresiasi Bupati Muba
Bupati Muba HM Toha Tohet memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat jajaran kecamatan dan semangat gotong royong masyarakat Lalan. Ia menilai kolaborasi semacam ini merupakan modal sosial yang penting dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah yang sulit secara geografis.
“Ini contoh kolaborasi yang sangat baik. Jalan TMMD ini kita bangun untuk membuka keterisolasian. Sambil menunggu peningkatan jalan ke tahap selanjutnya, perawatan rutin seperti yang dilakukan Camat Lalan ini harus terus berjalan agar akses warga tidak terputus,” tegas Toha Tohet.
Upaya pemeliharaan mandiri ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat mampu menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam menjaga kelancaran roda ekonomi di daerah perairan, terutama di tengah tantangan anomali cuaca yang sulit diprediksi. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





