Sekda Rahmattullah pastikan 259 desa di Bumi Serasan Sekate miliki payung ekonomi melalui skema pemanfaatan aset daerah yang belum terpakai.
MUARADUA, NUSALY – Ambisi Pemerintah Pusat dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapat suntikan dukungan nyata dari daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, H. M. Rahmattullah, S.STP., M.M., meresmikan langkah strategis melalui penandatanganan perjanjian pinjam pakai lahan aset pemerintah daerah, Senin (6/4/2026).
Langkah ini diambil guna menyiasati kendala ketersediaan lahan di tingkat desa yang selama ini menghambat pembangunan fisik koperasi.
Program yang menjadi prioritas nasional ini menargetkan terbentuknya 259 koperasi di seluruh penjuru OKU Selatan. Namun, realita di lapangan menunjukkan tidak semua desa memiliki aset lahan yang siap bangun. Di sinilah Pemerintah Kabupaten OKU Selatan hadir, “menghibahkan” sementara lahan produktif yang belum termanfaatkan agar denyut ekonomi warga tidak mati suri.
Skema Pinjam Pakai Dua Tahun
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU Selatan, Ricky Adha Saputra, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa dukungan ini memiliki koridor hukum yang jelas. Lahan aset daerah dipinjamkan selama masa awal operasional yakni dua tahun.
Setelah masa tersebut, pengelola koperasi dapat beralih ke skema sewa sesuai regulasi yang berlaku, guna memastikan aset negara tetap terjaga nilai akuntabilitasnya.
“Sejauh ini sudah ada lima lokasi yang masuk tahap konstruksi dari total target 259 koperasi. Kami mendesak para pengelola untuk segera melengkapi administrasi pinjam pakai ini. Tanpa legalitas yang beres, pembangunan fisik di atas lahan pemerintah tidak bisa dipaksakan berjalan,” tegas Ricky Adha Saputra di Ruang Abdi Praja.
Skema ini juga mencakup klausul keamanan aset: jika program berakhir atau lahan tidak lagi difungsikan, maka aset tanah beserta bangunan di atasnya akan otomatis kembali dicatatkan sebagai milik Pemerintah Daerah.
Mengejar Target Instruksi Presiden
Sekda Rahmattullah menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukanlah program seremonial belaka. Instruksi Presiden telah menggarisbawahi pentingnya koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, percepatan pengurusan notaris hingga pembangunan gedung harus berjalan seiring tanpa kendala birokrasi yang berbelit.
“Pemerintah Pusat terus mendorong gerak cepat di desa-desa. Bagi desa yang memang tidak punya lahan sendiri, Pemkab hadir dengan skema pinjam pakai aset yang belum termanfaatkan. Kami ingin koperasi ini berjalan berkelanjutan, memberikan manfaat nyata, dan tidak sekadar berdiri lalu ditinggalkan,” ujar Rahmattullah.
Hadirnya para Camat, Lurah, hingga pengurus koperasi dalam pertemuan ini menandai babak baru sinergi lintas instansi di OKU Selatan. Harapannya, 259 titik ekonomi baru ini segera menjelma menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di tingkat tapak secara merata dan berkeadilan. (andi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





