Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Lebaran Pemkab MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan
Palembang Berdaya

Pemkot Palembang Incar Setoran Pajak dan CSR Ritel 2026

×

Pemkot Palembang Incar Setoran Pajak dan CSR Ritel 2026

Sebarkan artikel ini
Pemkot Palembang Incar Setoran Pajak dan CSR Ritel 2026
Pertemuan silaturahmi dan audiensi antara jajaran manajemen Indomaret dengan Pemerintah Kota Palembang, Senin (16/3/2026). Dok. Diskominfo Palembang

Sektor swasta tidak boleh cuma numpang cari untung di Palembang. Lewat pertemuan dengan manajemen Indomaret, Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa kepatuhan pajak daerah dan sinkronisasi program sosial adalah syarat mutlak bagi keberlanjutan bisnis ritel di Bumi Sriwijaya.

PALEMBANG, NUSALY – Hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha di Kota Palembang kini memasuki babak yang lebih berotot. Senin (16/3/2026), manajemen Indomaret mendatangi kantor Pemerintah Kota Palembang. Agendanya tidak lagi sekadar seremoni silaturahmi, melainkan bicara angka: bagaimana sektor ritel bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan memastikan program sosial perusahaan benar-benar menyasar warga yang butuh.

Pertemuan ini sebenarnya buntut dari obrolan yang sudah dimulai sejak September tahun lalu. Pemerintah Kota Palembang tidak ingin kemitraan ini cuma jadi pajangan di atas kertas. Pajak reklame, pajak parkir, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari ratusan gerai ritel ini adalah urat nadi pembangunan kota. Tanpa setoran yang tertib dari pemain besar seperti Indomaret, rencana perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum di Palembang bisa tersendat.

Disiplin Setoran

Angga Prasetia, Deputi Branch Manager Indomaret, paham betul bahwa perusahaannya sedang dalam radar pengawasan fiskal pemerintah kota. Baginya, membayar pajak tepat waktu adalah satu-satunya cara untuk tetap dianggap sebagai mitra bisnis yang sehat. Dalam audiensi itu, fokus utamanya adalah rencana aksi tahun 2026. Indomaret menjamin seluruh kewajiban pajak akan dibayar sesuai jadwal, tanpa ada lagi alasan kendala administratif yang berbelit-belit.

“Kami datang untuk memastikan kolaborasi ini terus jalan. Pembahasan tadi fokus ke komitmen pajak dan bagaimana jadwal program CSR tahun 2026 nanti disusun,” ujar Angga. Penegasan ini penting bagi Pemkot Palembang untuk menyusun rencana anggaran tahun depan. Disiplin fiskal dari sektor swasta adalah kunci untuk menutup lubang kebocoran pendapatan daerah yang selama ini sering kali menguap karena koordinasi yang buruk di lapangan.

Pemerintah Kota Palembang sendiri tidak mau lagi ada pelaku usaha yang bersikap pasif. Transparansi pajak adalah bukti nyata bahwa korporasi ikut membiayai layanan publik yang juga dinikmati oleh konsumen mereka. Lewat pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk membuka data fiskal secara lebih jujur agar tidak ada lagi hambatan komunikasi yang merugikan kas daerah di masa mendatang.

CSR Harus Tepat

Bukan cuma urusan duit pajak, masalah sosial juga jadi taruhan. Pemkot Palembang sedang mengevaluasi total program kerja sama tahun 2025 yang dianggap masih perlu penajaman. Untuk tahun 2026, penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) tidak boleh lagi dilakukan secara acak. Pemkot mau setiap rupiah dana sosial Indomaret harus sinkron dengan peta kemiskinan dan kebutuhan mendesak masyarakat yang dikelola pemerintah.

Manajemen Indomaret berjanji bakal lebih rajin berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Penjadwalan CSR 2026 akan segera dilaporkan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program APBD. Harapannya, bantuan alat kesehatan, beasiswa, hingga pemberdayaan UMKM lokal di sekitar gerai benar-benar terasa manfaatnya bagi warga. Sinergi ini ditargetkan mampu memberikan dampak yang lebih riil, bukan sekadar pemberian bantuan yang sifatnya simbolis belaka.

Manajemen Indomaret mengakui bahwa dukungan Pemerintah Kota Palembang selama ini sangat krusial bagi kelancaran bisnis mereka. Kepercayaan ini dibayar dengan komitmen untuk menjadi warga korporat yang peduli. “Sinergi ini harus memberikan manfaat nyata bagi warga melalui program kemasyarakatan yang tepat sasaran,” kata Angga. Bagi pemerintah, ini adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan yang tumbuh di tengah masyarakat Palembang.

Akselerasi Kota

Langkah Pemkot Palembang menjaring komitmen sektor ritel ini adalah sinyal positif bagi wajah ekonomi kota. Kerjasama yang sehat antara birokrasi dan pengusaha menjadi fondasi stabilitas daerah. Pemerintah berharap langkah Indomaret ini bisa memicu perusahaan besar lainnya di Palembang untuk melakukan hal yang sama. Pembangunan kota yang masif tidak mungkin hanya mengandalkan kantong pemerintah, tapi butuh gotong royong dari semua pemangku kepentingan.

Pertemuan ditutup dengan rencana aksi yang lebih konkret. Indomaret memastikan seluruh jadwal pembayaran pajak dan rencana CSR 2026 segera dikirimkan ke meja wali kota. Visi pembangunan kota yang mandiri hanya bisa terwujud jika sektor swasta punya disiplin yang sama kuatnya dengan pemerintah. Dengan pajak yang beres dan program sosial yang terukur, masa depan pembangunan Palembang diprediksi bakal jauh lebih berdaya saing dan merata. (*/desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.