Insiden kaburnya tahanan usai persidangan di Baturaja mengungkap adanya skenario pelarian yang terencana. Serangan terhadap petugas pengawal dan dugaan penjemputan oleh pihak luar menjadi titik fokus pengejaran intensif tim gabungan di perbatasan Kabupaten OKU.
BATURAJA, NUSALY – Upaya pengejaran terhadap tiga tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) yang kabur usai menjalani persidangan, Kamis (23/4/2026), terus diintensifkan. Pihak kejaksaan kini memperketat pengawasan di seluruh jalur akses keluar dari Kecamatan Baturaja guna mempersempit ruang gerak para buron yang diketahui terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Kepala Kejari OKU, Rudy Parhusip, melalui Kasi Intel Hendri Dunan, menegaskan bahwa penyekatan jalur lintas menjadi prioritas utama tim intelijen saat ini. Langkah ini diambil menyusul teridentifikasinya arah pelarian para tahanan yang berpencar sesaat setelah berhasil melepaskan diri dari kawalan petugas di halaman Rutan Baturaja.
“Kami tengah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian dan rutan untuk menangkap kembali para buron. Penyekatan dilakukan di jalur-jalur strategis keluar Baturaja agar mereka tidak bisa meninggalkan wilayah hukum OKU,” ujar Hendri Dunan, Jumat (24/4/2026).
Skenario Penyerangan dan Penjemputan
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB, ketika bus tahanan yang membawa 23 orang usai sidang di Pengadilan Negeri Baturaja tiba di halaman Rutan. Proses pemindahan dilakukan secara bertahap dalam empat rangkaian sesuai prosedur operasional standar (SOP). Petugas pengawal telah berhasil memasukkan tiga rangkaian pertama ke dalam rutan.
Namun, ketegangan pecah saat rangkaian keempat yang berisi lima tahanan hendak dikeluarkan dari mobil. Dalam situasi transisi tersebut, lima tahanan secara mendadak menyerang petugas pengawal. Perkelahian fisik tak terhindarkan antara petugas yang berusaha mempertahankan tahanan dan para pelaku yang mencoba meloloskan diri.
Dalam kemelut tersebut, petugas berhasil melumpuhkan dua orang, namun tiga lainnya—Anwar Safari (39), Novri Antoni (38), dan Hery Feriyanto (50)—berhasil melarikan diri. Informasi di lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa pelarian ini telah direncanakan; sejumlah saksi melihat adanya pihak yang menjemput para tahanan menggunakan sepeda motor begitu mereka lepas dari jangkauan petugas.
Pengejaran Berpencar
Berdasarkan pantauan terakhir, arah pelarian ketiga buron tersebut terpecah. Anwar Safari dan Novri Antoni terpantau berlari menuju arah daerah Lekis. Sementara itu, Hery Feriyanto melarikan diri ke arah kompleks perumahan di sekitar kawasan rutan. Ketiganya diketahui menyandang status sebagai bandar narkoba dalam kasus yang menjerat mereka.
Kejaksaan Negeri OKU kini melakukan evaluasi internal terkait prosedur pengawalan, meskipun secara administratif proses penjemputan dari rutan hingga kepulangan sidang diklaim telah melalui pemeriksaan ketat.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan segera melaporkan jika melihat pergerakan mencurigakan di sekitar jalur-jalur tikus maupun perbatasan daerah. Fokus utama aparat kini adalah mencegah para tahanan tersebut menembus barikade penyekatan yang telah disiagakan di perbatasan kabupaten. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





