Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Ogan Ilir menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah nyata untuk mengatasi hambatan distribusi energi yang merugikan warga.
INDRALAYA, NUSALY – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Ogan Ilir melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
Otoritas daerah dinilai terkesan lamban dan belum mengambil tindakan taktis yang nyata dalam memitigasi krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kecamatan Indralaya Utara dan sejumlah wilayah sekitarnya selama beberapa hari terakhir.
PGK Ogan Ilir menilai sikap pasif pemerintah daerah di tengah macetnya pasokan energi hulu ini telah mencederai hak publik untuk mendapatkan pelayanan yang stabil. Kelambanan penanganan tersebut secara nyata memperpanjang durasi kerugian sosial dan ekonomi yang harus ditanggung oleh masyarakat kecil.
Kondisi di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan bermotor di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menjadi beban harian yang menjerat produktivitas warga.
Banyak pengendara terpaksa menghabiskan waktu hingga berjam-jam, bahkan sebagian besar di antaranya terpaksa pulang dengan tangan kosong lantaran persediaan bahan bakar habis sebelum sempat melakukan pengisian.
Komunikasi publik
Ketua DPD PGK Ogan Ilir, Dwi Surya Mandala, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab mendasar untuk mengintervensi krisis distribusi ini, bukannya bertindak sebagai penonton.
Minimnya komunikasi publik dan ketiadaan penjelasan resmi dari pemangku kebijakan dituding menjadi penyebab utama yang memperkeruh situasi di tingkat tapak.
Menurut Dwi Surya Mandala, ketertutupan informasi mengenai akar penyebab gangguan suplai serta estimasi waktu pemulihan keadaan telah memicu meluasnya spekulasi liar dan keresahan di kalangan konsumen.
“Yang menjadi pertanyaan besar masyarakat hari ini adalah, mengapa kelangkaan BBM bisa terjadi berhari-hari tanpa adanya penjelasan resmi yang memadai? Pemerintah daerah seharusnya hadir di tengah masyarakat, memberikan kepastian dan solusi, bukan justru membiarkan spekulasi berkembang di tengah keresahan warga,” ujar Dwi Surya Mandala di Indralaya.
Efek domino
Sorotan tajam PGK Ogan Ilir juga mengarah pada dampak sistemik yang mulai merambah ke sektor-sektor non-ekonomi, termasuk pelayanan penunjang pendidikan.
Sebagai wilayah yang menampung ribuan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), stabilitas transportasi massal di Ogan Ilir memiliki nilai yang sangat krusial.
Sekretaris DPD PGK Ogan Ilir, Jilly, menjelaskan bahwa operasional armada bus mahasiswa kini mulai tersandera akibat sulitnya mengakses pasokan bahan bakar.
Hambatan ini tidak hanya mengancam kelancaran mobilisasi akademis di kampus, tetapi juga langsung memukul pendapatan harian para sopir angkutan yang menghabiskan sebagian besar waktu kerja mereka di jalur antrean SPBU.
Atas dasar rentetan dampak tersebut, PGK Ogan Ilir mendesak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama PT Pertamina dan instansi terkait untuk segera membuka data distribusi secara transparan kepada publik.
Selain itu, pengawasan di lini hilir penyaluran harus diperketat guna memastikan pasokan energi bersubsidi benar-benar sampai ke pihak yang membutuhkan dan bebas dari praktik penyelewengan.
Organisasi yang menjadi wadah perhimpunan pemuda, mahasiswa, dan elemen OKP ini menegaskan bahwa mereka menuntut evaluasi menyeluruh agar pembiaran krisis energi seperti ini tidak menjadi siklus yang terus berulang tanpa adanya penyelesaian jangka panjang.
“Kami tidak ingin persoalan ini terus berulang tanpa adanya evaluasi dan solusi yang jelas. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar menunggu tanpa kepastian,” kata Dwi Surya Mandala menegaskan.
Suara kritis yang dilayangkan oleh PGK Ogan Ilir ini menjadi pengingat mutakhir bahwa fungsi pengawasan dan kehadiran negara di tingkat lokal sangat dinantikan.
Di tengah barisan kendaraan yang masih mengular di jalur Indralaya, ketegasan sikap dan keterbukaan solusi dari pemerintah daerah kini menjadi ujian utama bagi komitmen pelayanan publik di Bumi Caram Seguguk. (amdal)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang




