Aparatur sipil negara di bidang administrasi kependudukan Ogan Komering Ulu menunjukkan reformasi pelayanan publik yang progresif. Petugas administrasi langsung digerakkan pada hari libur guna memfasilitasi kebutuhan pengobatan warga lansia.
BATURAJA, NUSALY – Paradigma birokrasi kaku yang melulu bertumpu pada jam kerja formal dinas perlahan mulai ditinggalkan oleh instrumen pelaksana publik di daerah.
Menghadapi situasi kedaruratan yang menyangkut keselamatan jiwa warga, kecepatan eksekusi administrasi kependudukan kini diposisikan sebagai variabel penentu yang tidak boleh tertunda oleh kalender merah.
Komitmen pelayanan tanpa sekat waktu tersebut dibuktikan langsung oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Mengantisipasi kebutuhan mendesak seorang warga lanjut usia yang membutuhkan dokumen identitas untuk keperluan intervensi medis di rumah sakit, otoritas adminduk setempat langsung membuka sistem rekam data pada Minggu (17/5/2026) siang.
Operasi kemanusiaan terselubung ini dikomandoi langsung oleh Kepala Disdukcapil OKU, A. Suryadi SE MM, bersama Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Yandafduk), Dewi Santika SE MM, yang turun langsung mengoperasikan mesin cetak di ruang pelayanan darurat.
Urusan Nyawa
Langkah taktis mengaktifkan operator di luar jam kerja ini dipicu oleh laporan cepat dari masyarakat mengenai adanya warga rentan yang sama sekali belum terintegrasi dalam basis data kependudukan nasional.
Warga tersebut diidentifikasi bernama Yusli, seorang kakek berusia 81 tahun yang tengah mengalami penurunan kondisi kesehatan fisik secara drastis.
Ketiadaan Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP elektronik membuat lansia tersebut terancam tidak bisa mengakses fasilitas penjaminan kesehatan gratis dari pemerintah maupun registrasi penanganan rawat inap di rumah sakit rujukan.
Pihak Disdukcapil OKU yang menerima informasi tersebut memilih memotong jalur birokrasi surat-menyurat konvensional.
Tim teknis langsung melakukan verifikasi biodata kilat pada sistem database pusat untuk memastikan status rekam medis dan data wilayah yang bersangkutan.
“Kami dihubungi warga bahwa ada salah satu warga kita yang belum memiliki dokumen kependudukan, dan dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk berobat. Kondisi ini penting, untuk keperluan medis kami tidak mengenal hari libur. Kami harus tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tegas A. Suryadi di sela-sela proses pencetakan dokumen.
Setelah dipastikan bahwa Yusli memang bersih dari data ganda dan belum pernah melakukan perekaman e-KTP sepanjang hidupnya, operator langsung memproses sirkulasi data hulu ke hilir.
Hanya dalam hitungan jam, dokumen KK baru beserta kartu e-KTP fisik milik Yusli berhasil diterbitkan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga guna memuluskan jalur evakuasi ke fasilitas kesehatan.
Siaga Penuh
Menyikapi tingginya potensi kasus serupa di wilayah pelosok OKU, manajemen adminduk daerah kini menetapkan standar operasional prosedur (SOP) baru yang lebih agresif.
Disdukcapil OKU memastikan kesiapan sistem piket operator 1 x 24 jam yang tetap bersiaga penuh selama akhir pekan maupun hari libur nasional khusus untuk menangani kluster kasus darurat (krisis medis dan hukum).
Suryadi melayangkan imbauan terbuka kepada seluruh jajaran pemerintahan tingkat tapak, mulai dari kepala desa hingga lurah, untuk aktif melakukan penyisiran (screening) terhadap warganya yang telah menginjak usia 17 tahun ke atas atau kelompok rentan sakit yang belum memiliki identitas resmi.
Disdukcapil OKU membuka opsi layanan “Jemput Bola” secara gratis. Skema ini memungkinkan tim operator penjelajah turun langsung membawa alat perekaman portabel ke rumah-rumah warga atau bangsal perawatan rumah sakit tanpa menuntut kehadiran fisik pemohon ke kantor dinas utama di Baturaja.
“Pemerintah desa atau kelurahan cukup membuat surat permohonan kolektif atau laporan darurat ke Disdukcapil, dan tim kami yang akan langsung turun ke lapangan mendatangi warga, apalagi yang sedang sakit. Dokumen kependudukan adalah kunci akses segalanya, siapkan dokumen sebelum diperlukan,” urainya.
Aksi tanggap darurat korps ASN ini menuai apresiasi mendalam dari pihak keluarga korban.
Yusli (81) mengaku sangat terbantu atas kepekaan sosial yang diperlihatkan para pejabat teras dinas yang rela menanggalkan waktu libur keluarga demi menyelamatkan akses kesehatannya.
Langkah proaktif ini dinilai menjadi standar baru jurnalisme pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada penyelesaian masalah riil di tingkat bawah. (Jum Radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





