Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tambah kuota gerbong guna tekan angka kecelakaan dan kemacetan di jalur darat selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
PALEMBANG, NUSALY – Gelombang pemudik mulai memadati Stasiun Kertapati sejak subuh. Selasa (17/3/2026), menjadi puncak keberangkatan program Mudik Gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang yang melepas langsung ribuan warga tersebut, tak henti-hentinya menitipkan pesan keselamatan agar kegembiraan pulang kampung tidak berujung duka di jalanan.
Bagi Cik Ujang, mudik gratis bukan sekadar urusan ongkos nol rupiah, melainkan strategi besar untuk memindahkan beban jalan raya ke rel kereta api. Dengan beralihnya warga ke angkutan massal, risiko kecelakaan dan sumbatan kemacetan di jalur lintas Sumatera diharapkan bisa ditekan drastis. Ia bahkan memberi sinyal hijau untuk menambah kuota di tahun mendatang melihat animo masyarakat yang terus meluap.
Geser Beban Jalan
Animo tinggi ini terlihat dari penambahan kapasitas gerbong dari enam menjadi tujuh pada tahun ini. Sinergi antara Pemprov Sumsel, Dinas Perhubungan, Bank Sumsel Babel, dan PT KAI terbukti menjadi kunci sukses program tahunan ini. Cik Ujang meminta para pemudik untuk tidak terburu-buru dan tetap menjaga ketertiban selama di dalam gerbong.
“Selamat jalan untuk semuanya. Yang paling utama itu keselamatan. Jangan terburu-buru, tetap tertib, dan hargai sesama penumpang. Kita ingin semua berangkat bahagia dan pulang membawa cerita baik,” ujar Cik Ujang di sela riuh klakson kereta.
Fasilitas yang disediakan negara ini diharapkan dijaga dengan baik oleh masyarakat. Keberhasilan menekan angka kecelakaan melalui program ini menjadi indikator penting kehadiran pemerintah di tengah kesulitan ekonomi warga menjelang Lebaran.
Kendali Transportasi
Dinas Perhubungan Sumsel mencatat total 2.912 penumpang diberangkatkan selama dua hari (16–17 Maret 2026). Rinciannya, KA Serelo rute Kertapati–Lubuk Linggau mengangkut 1.248 orang, sementara KA Rajabasa tujuan Tanjungkarang membawa 1.664 penumpang. Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya menegaskan, seluruh proses keberangkatan telah melalui verifikasi ketat guna memastikan kenyamanan di atas gerbong.
“Program ini bukan cuma soal memberangkatkan orang, tapi memastikan prosesnya aman dan sesuai ketentuan. Dengan kereta api, kita kurangi beban jalan raya secara signifikan,” tegas Musni.
Selain jalur rel, Pemprov Sumsel juga menyediakan armada bus antarkota dan antarprovinsi untuk menjangkau titik-titik yang tidak dilalui kereta. Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memberikan layanan transportasi massal yang manusiawi dan terkontrol bagi warga Bumi Sriwijaya.
Peluang Kuota Tambahan
Melihat tren yang selalu meningkat, Cik Ujang membuka peluang lebar untuk ekspansi program ini di masa depan. Jika infrastruktur pendukung siap, penambahan gerbong atau armada bus akan menjadi prioritas demi membantu lebih banyak masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Kebijakan ini menjadi jaring pengaman sosial yang efektif di momen Idul Fitri. Di tangan pimpinan yang peka terhadap mobilitas warga, mudik kini bukan lagi menjadi beban finansial yang menakutkan, melainkan tradisi yang berjalan dengan rasa aman dan nyaman. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





