Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Rumah Digital Delapan Ratus Ribu Wirausaha, Gubernur Herman Deru Petakan Tiga Pilar Strategis UMKM Naik Kelas

×

Rumah Digital Delapan Ratus Ribu Wirausaha, Gubernur Herman Deru Petakan Tiga Pilar Strategis UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Rumah Digital Delapan Ratus Ribu Wirausaha, Gubernur Herman Deru Petakan Tiga Pilar Strategis UMKM Naik Kelas
Gubernur Herman Deru meluncurkan aplikasi Sumsel UMKM sebagai rumah digital wirausaha sekaligus memetakan tiga pilar utama untuk naik kelas. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Penguatan struktur ekonomi domestik menuntut adanya migrasi massal pelaku usaha mikro ke ekosistem digital guna memperpendek jalur birokrasi permodalan dan memperluas daya jangkau pasar.

PALEMBANG, NUSALY – Akselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah tidak dapat lagi bertumpu pada pola pergerakan usaha individu yang terfragmentasi. Di tengah ketatnya kompetisi pasar modern dan disrupsi teknologi, ratusan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah wajib melebur ke dalam satu ekosistem terpadu guna memperkuat posisi tawar serta mempermudah penetrasi ke pasar nasional maupun internasional.

Urgensi konsolidasi basis ekonomi kerakyatan tersebut mendasari peresmian aplikasi Sumsel UMKM yang dirangkaikan dengan pembukaan Jambore UMKM Forketas (Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan). Agenda akbar yang mempertemukan ratusan pelaku usaha hulu-hilir ini diselenggarakan di kawasan Pine Wood CGC, Palembang, Kamis (21/5/2026).

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru hadir langsung meresmikan platform digital yang dirancang sebagai “rumah bersama” tersebut. Kehadiran platform ini disiapkan untuk menjembatani sekitar 800.000 pelaku UMKM di seluruh penjuru wilayah Sumatera Selatan agar tidak lagi berjalan sendiri dalam menavigasi tantangan usaha.

Inovasi kemasan produk

Dalam arahannya di hadapan ratusan pelaku wirausaha, Gubernur Herman Deru memaparkan tiga fokus utama yang menjadi prasyarat mutlak bagi produk lokal untuk naik kelas. Pilar pertama berkisar pada pentingnya peningkatan estetika tampilan dan inovasi kemasan produk guna merebut perhatian konsumen modern.

Sebagai ilustrasi perubahan zaman, perkembangan kemasan minuman tradisional dari pola konvensional seperti cendol cebong hingga bertransformasi menjadi varian boba modern menunjukkan bahwa nilai jual sebuah produk sangat ditentukan oleh kreativitas pengemasan. Penampilan luar yang menarik dan higienis menjadi modal awal agar produk berbasis kearifan lokal mampu bersanding sejajar dengan merek-merek pabrikan besar di rak ritel modern.

Pemerintah daerah mendorong agar komunitas wirausaha seperti Forketas dan International Council for Small Business (ICSB) Sumatera Selatan bertindak sebagai perajut ide. Kehadiran organisasi nirlaba ini sangat dibutuhkan untuk mentransfer ilmu pengetahuan terkait desain komunikasi visual kepada para perajin di tingkat tapak.

Literasi dan akses pasar

Fokus strategis kedua yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembukaan sumbat sumbatan akses permodalan yang diiringi dengan penguatan literasi perbankan. Selama ini terdapat persepsi keliru bahwa UMKM hanya terbatas pada sektor komoditas fisik, padahal industri kreatif berbasis jasa memiliki potensi pertumbuhan yang tidak kalah masif namun sering terkendala agunan formal saat berhadapan dengan lembaga keuangan.

Melalui kehadiran aplikasi penunjang ini, para pelaku usaha mikro diharapkan dapat membangun rekam jejak digital yang akuntabel guna meningkatkan kepercayaan sektor perbankan. Akses permodalan yang lebih longgar harus dibarengi dengan pemahaman manajemen risiko finansial agar modal kerja yang disalurkan dapat dikonversi menjadi kapasitas produksi yang berlipat ganda.

Adapun pilar ketiga adalah perluasan akses pasar secara terintegrasi melalui pemanfaatan ruang pameran berkala dan jaringan digital. Platform Sumsel UMKM didesain untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga konsumen dari berbagai daerah dapat langsung menemukan dan bertransaksi dengan produsen lokal tanpa perantara.

Sinergi mencetak sultan muda

Dukungan terhadap transformasi ekonomi berbasis komunitas ini juga mendapat respons positif dari tingkat kabupaten. Bupati Banyuasin Askolani menilai model jambore wirausaha ini merupakan terobosan inovatif yang keluar dari pakem normatif kepemudaan. Langkah pemprov dalam mencetak ribuan Sultan Muda Sumsel di sektor UMKM akan disinergikan secara linier lewat program pencetakan Toke Muda di tingkat kabupaten guna mempercepat pemerataan kesejahteraan.

Skala perhelatan jambore tahun ini mencatat partisipasi aktif dari 108 tenant UMKM yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Ketua Forketas Sri Rahayu melaporkan bahwa ratusan gerai tersebut memamerkan diversifikasi produk yang luas, mencakup kluster kuliner olahan, kerajinan tangan khas daerah, hingga penyedia jasa kreatif digital.

Optimisme penguatan ekonomi bawah ini turut dikawal oleh elemen pendukung seperti Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru dan Ketua ICSB Sumsel Samantha Tivani, bersama para pimpinan perbankan daerah serta kepala organisasi perangkat daerah terkait. Sinergi lintas sektoral ini diposisikan sebagai jangkar pelindung agar ratusan ribu UMKM di Sumatera Selatan mampu tumbuh tangguh menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi regional. (ADV)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang