Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Pendidikan

Siswa SMKN 1 OKU Menembus Batas Kreativitas Menuju Panggung Sumatera Selatan

×

Siswa SMKN 1 OKU Menembus Batas Kreativitas Menuju Panggung Sumatera Selatan

Sebarkan artikel ini
Siswa SMKN 1 OKU Menembus Batas Kreativitas Menuju Panggung Sumatera Selatan
Tiga siswi SMKN 1 OKU lolos ke FLS2N tingkat Provinsi Sumsel 2026. Prestasi bidang fotografi, jurnalistik, dan puisi ini jadi bukti talenta kreatif SMK daerah. Dok. Ist

Prestasi gemilang tiga siswi SMKN 1 Ogan Komering Ulu dalam ajang FLS2N 2026 menjadi oase bagi dunia pendidikan kejuruan di daerah. Keberhasilan menembus tingkat provinsi pada cabang fotografi, jurnalistik, dan puisi ini membuktikan bahwa sekolah kejuruan kini bertransformasi menjadi pusat persemaian talenta kreatif yang mampu bersaing di level yang lebih luas.

BATURAJA, NUSALY – Di tengah hiruk-pikuk fokus pendidikan kejuruan yang sering kali terpaku pada keterampilan teknis industri, sebuah kejutan manis lahir dari sudut ruang ekspresi siswa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Tiga siswi dari SMKN 1 OKU membuktikan bahwa ketajaman rasa dan estetika literasi mereka mampu berbicara banyak di panggung kompetisi.

Mereka dipastikan melenggang ke tingkat Provinsi Sumatera Selatan setelah menyisihkan puluhan peserta dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten, Kamis (30/4/2026).

Kompetisi yang dipusatkan di gedung SMKN 3 OKU tersebut menjadi medan pembuktian bagi para talenta muda Bumi Sebimbing Sekundang.

Di balik lensa kamera, Lizora Embun Fazlin berhasil menangkap esensi visual yang mengantarkannya menjadi yang terbaik di cabang Fotografi.

Sementara itu, di meja redaksi kompetisi, Izzatul Mahfiroh menunjukkan kematangannya mengolah informasi menjadi karya Jurnalistik yang tajam. Melengkapi keberhasilan tersebut, Khansa Syahidah menggetarkan panggung melalui barisan kata-kata dalam lomba pembuatan Puisi.

Kemenangan ini bukan sekadar urusan meraih piala atau piagam. Bagi sekolah yang terletak di Baturaja ini, keberhasilan tersebut adalah sinyal kuat bahwa kurikulum merdeka dan pendampingan minat bakat telah berjalan pada relnya.

Siswa SMK tidak lagi hanya dicetak untuk menjadi operator mesin atau tenaga administrasi, tetapi juga sebagai pemikir kreatif dan praktisi literasi yang andal.

Melampaui Sekadar Kompetisi

Kepala SMKN 1 OKU, Lukman, saat ditemui di sela-sela aktivitas sekolah, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Namun, di balik kegembiraan itu, ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi pembimbingan yang dilakukan secara sunyi selama berbulan-bulan.

Menurut Lukman, talenta yang dimiliki Lizora, Izzatul, dan Khansa adalah aset daerah yang harus dijaga agar tidak padam setelah kompetisi usai.

“Alhamdulillah, ketiga siswa kami berhasil melenggang ke tingkat provinsi. Ini adalah bukti otentik bahwa bakat dan minat siswa kami sangat kompetitif di luar bidang teknik. Kami optimistis mereka bisa memberikan yang terbaik karena mereka memiliki etos kerja keras yang luar biasa,” ujar Lukman.

Ia menambahkan bahwa tantangan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada Juli 2026 mendatang akan jauh lebih berat. Namun, Lukman percaya bahwa modal mental yang kuat dan kemampuan adaptasi siswa SMK akan menjadi pembeda.

Pihak sekolah pun berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif, termasuk mendatangkan praktisi profesional untuk memoles kemampuan ketiga siswi tersebut agar standar karya mereka mampu menembus level nasional.

Harapan dari Baturaja untuk Nasional

Target besar kini telah dipancang. SMKN 1 OKU membidik tiket menuju tingkat nasional sebagai misi utama. Bagi mereka, membawa nama harum Kabupaten OKU dan Provinsi Sumatera Selatan adalah sebuah tanggung jawab moral.

Persiapan yang dilakukan kini mencakup pendalaman materi, penguatan literasi, hingga simulasi tekanan kompetisi.

Dukungan dari orangtua dan lingkungan sekolah menjadi energi tambahan bagi ketiga utusan ini. Mereka adalah representasi dari wajah baru pendidikan kejuruan yang inklusif terhadap seni dan sastra.

“Persiapan terus kita matangkan kepada siswa kita agar meraih tiket ke nasional. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat OKU agar anak-anak kita ini bisa mengharumkan nama daerah,” tukas Lukman menutup pembicaraan.

Keberhasilan siswi-siswi SMKN 1 OKU ini mengirimkan pesan penting bagi dunia pendidikan di Indonesia: bahwa dari daerah yang jauh dari ibu kota provinsi sekalipun, kualitas karya dan kedalaman berpikir tetap bisa tumbuh subur jika diberi ruang dan kepercayaan yang tepat. (Jum Radit)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.