Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

MotoGP

Start dari Posisi Belakang, Veda Ega Pratama Tembus Lima Besar Moto3 Brno Ceko

×

Start dari Posisi Belakang, Veda Ega Pratama Tembus Lima Besar Moto3 Brno Ceko

Sebarkan artikel ini
Start dari Posisi Belakang, Veda Ega Pratama Tembus Lima Besar Moto3 Brno Ceko
Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratama saat menjalani sesi kualifikasi Moto3â„¢ Ceko. Dok. motogp.com

Pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menyuguhkan perjuangan impresif dari baris belakang untuk mengamankan posisi lima besar di tengah drama tikungan terakhir pada seri Moto3 Grand Prix Ceko 2026.

BRNO, NUSALY – Ketegangan menyelimuti grid start Sirkuit Brno menjelang bendera start balapan kelas Moto3 dalam rangkaian Monster Energy Grand Prix Ceko 2026 dikibarkan. Dengan temperatur permukaan trek yang menyentuh angka 39 derajat Celsius di bawah kondisi cuaca kering, lintasan sepanjang 5,4 kilometer ini menjanjikan ujian ketahanan fisik dan ban yang sangat krusial bagi para pebalap muda dunia.

Sorotan publik otomotif tanah air tertuju pada posisi start yang kurang menguntungkan bagi pebalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Akibat penalti penurunan 12 posisi karena melakukan kesalahan berkendara terlalu lambat di lintasan aktif saat sesi kualifikasi kedua sehari sebelumnya, rookie dari Honda Team Asia ini terpaksa harus mengawali balapan 16 putaran ini dari posisi ke-20.

Situasi ini menempatkan pebalap bernomor motor 9 tersebut dalam posisi tertekan sejak awal. Memilih kombinasi ban dengan kompon medium (tipe SC2) pada roda depan dan belakang, Veda dituntut untuk melakukan start sempurna serta manajemen agresivitas tingkat tinggi sejak tikungan pertama demi memotong jarak dari rombongan pebalap terdepan yang dipimpin oleh David Almansa dari posisi puncak.

Begitu lampu start padam, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team langsung melesat memimpin jalannya balapan di barisan depan bersama David Almansa. Di lini belakang, Veda Pratama melakukan lompatan start yang sangat bersih dengan langsung menusuk ke posisi ke-18, lalu naik lagi ke peringkat ke-15 saat melintasi sektor pertama sirkuit.

Akselerasi konstan pebalap Indonesia ini terus berlanjut di sektor kedua pada putaran pembuka, yang membawanya merangkak naik ke posisi ke-11. Memasuki putaran kedua, ketika Quiles masih sibuk mempertahankan posisi terdepan dari kejaran rivalnya, Veda kembali mempertajam ritme berkendara di sektor dua untuk menembus peringkat kesembilan.

Pergerakan agresif namun terukur ini membuat Veda berhasil memangkas jarak secara drastis dengan kelompok pebalap terdepan (leading group). Pada putaran ketiga, ia sudah bertengger di posisi ketujuh dengan defisit waktu hanya 0,9 detik dari pemimpin balapan, serta menempel ketat barisan top 6 dengan jarak tipis 0,7 detik.

Penantang Baru

Sadar memiliki kecepatan yang kompetitif, Veda terus menekan batas maksimal motornya pada putaran keempat untuk menyatu ke dalam perebutan podium. Upaya tersebut membuahkan hasil nyata pada putaran kelima ketika ia mencatatkan waktu putaran (laptime) terbaiknya secara personal di angka 2 menit 4,524 detik.

Catatan waktu yang tajam itu mengantarkannya naik ke posisi keenam. Ketangguhan pembalap Indonesia ini kian terlihat di sektor tiga sirkuit, di mana ia sukses melakukan aksi menyalip ganda terhadap pebalap asal Malaysia, Hakim Danish, serta Alvaro Carpe untuk merebut posisi keempat.

Peta persaingan di kelompok terdepan berlangsung sangat dinamis dengan aksi saling mendahului yang ketat di setiap zona pengereman. Pada putaran keenam, Veda bahkan sempat melewati Brian Uriarte untuk mengamankan posisi ketiga, meski Uriarte mampu langsung membalas di tikungan berikutnya.

Di tengah dominasi mesin-mesin rival di kelompok terdepan, Veda tampil gigih sebagai satu-satunya pebalap penunggang motor pabrikan Honda yang mampu konsisten bersaing di barisan enam besar. Pilihan taktis menggunakan kombinasi ban kompon medium (tipe SC2) di kedua roda terbukti krusial dalam menjaga stabilitas motor serta ketahanan cengkeraman saat melibas rangkaian tikungan cepat Sirkuit Brno yang bersuhu tinggi.

Hingga pertengahan jalannya balapan pada putaran kedelapan dan kesembilan, posisi kepemimpinan terus bergantian secara dramatis antara David Almansa, Uriarte, dan Quiles. Namun, peta persaingan mulai berubah total ketika balapan menyisakan lima putaran lagi di lintasan.

Drama Tikungan Sembilan

Memasuki fase kritis ini, Hakim Danish yang membela AEON Credit – MT Helmets – MSI bersama Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo menjelma sebagai penantang utama podium. Kedua pebalap rookie tersebut mulai meningkatkan tekanan secara agresif kepada Quiles yang berada di posisi terdepan.

Puncak drama perebutan posisi pertama akhirnya pecah pada putaran terakhir balapan (last lap). Upaya manuver yang sangat berani memicu terjadinya kontak fisik antara Uriarte dan Quiles tepat di Tikungan 9 Sirkuit Brno.

Benturan antarmotor tersebut membuat laju Quiles dan Uriarte sedikit melebar di tikungan. Situasi ini langsung membuka celah sempit di sisi dalam trek yang berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hakim Danish untuk masuk dan mengambil alih posisi pertama.

Lewat celah tersebut, sejarah baru tercipta dalam putaran Grand Prix Ceko setelah Hakim Danish melenggang mulus untuk mengunci kemenangan perdana dalam kariernya di kelas Moto3. Berdasarkan data resmi jalannya lomba, Danish menyentuh garis finis di posisi pertama, diikuti oleh Brian Uriarte di tempat kedua dengan selisih waktu 0,466 detik, dan Maximo Quiles di podium ketiga dengan jarak 0,629 detik.

Pertarungan yang tidak kalah sengit juga terjadi dalam perebutan posisi lima besar hingga meter terakhir menjelang garis finis. Veda Pratama yang tampil gigih berhasil meredam perlawanan ketat Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dengan keunggulan supertipis, yakni hanya selisih 0,006 detik saja untuk mengamankan finis di peringkat kelima.

Hasil finis kelima ini menjadi pencapaian yang sangat berharga bagi Veda untuk membawa pulang 11 poin penting bagi Honda Team Asia. Sementara itu, posisi sepuluh besar pada seri Brno ini dilengkapi oleh David Almansa di posisi keempat, Marco Morelli di posisi ketujuh, diikuti oleh Joel Kelso, Scott Ogden, dan Valentin Perrone.

Peta Klasemen

Walau hanya mampu mengamankan podium ketiga akibat insiden di lap terakhir, Maximo Quiles terbukti masih kokoh berada di puncak klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pebalap Spanyol tersebut kini mengantongi keunggulan hingga 65 poin atas Alvaro Carpe yang membuntutinya di peringkat kedua, sedangkan Brian Uriarte merangkak naik ke peringkat ketiga.

Pergeseran posisi justru terjadi di papan tengah klasemen pascabencana balapan di Brno. Kegagalan Marco Morelli menembus posisi lima besar membuatnya harus rela turun ke peringkat kelima klasemen kejuaraan dunia.

Posisi pembalap Argentina itu kini berada dalam ancaman serius dari pebalap muda Indonesia. Veda Ega Pratama mengintai ketat di peringkat keenam klasemen dengan selisih hanya empat poin dari Morelli.

Rangkaian ketat persaingan para pebalap muda dunia ini dipastikan akan langsung berlanjut pada pekan depan. Putaran kesepuluh dari Kejuaraan Dunia Moto3 dijadwalkan bakal digelar dalam tajuk Tissot Grand Prix Belanda yang berlangsung di TT Circuit Assen pada 26 hingga 28 Juni mendatang. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang