Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
Laporan Utama

Sumur Mengering, Warga Desa Kurup Terpaksa Gunakan Sungai yang Diduga Tercemar

×

Sumur Mengering, Warga Desa Kurup Terpaksa Gunakan Sungai yang Diduga Tercemar

Sebarkan artikel ini
Sumur Mengering, Warga Desa Kurup Terpaksa Gunakan Sungai yang Diduga Tercemar
Warga Desa Kurup memperlihatkan saluran pipa yang mereka duga bermuara ke Sungai Air Kuning di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Menurut pengakuan warga, dari saluran tersebut sempat mengalir cairan berwarna hitam menuju sungai pada 8 Juli 2026. Dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pengujian oleh instansi berwenang. Foto: Dok. Istimewa/Nusaly.com
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Musim kemarau membuat sumur warga Desa Kurup, OKU, mengering. Di tengah keterbatasan sumber air, warga terpaksa menggunakan Sungai Air Kuning yang berubah pekat dan mengaku mengalami keluhan gatal-gatal setelah mandi.

BATURAJA, NUSALY — Musim kemarau membuat banyak sumur warga Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengering. Di tengah keterbatasan sumber air itu, masyarakat mengaku terpaksa tetap menggunakan Sungai Air Kuning meski airnya berubah menjadi pekat kehitaman. Perubahan kondisi air itu memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Menurut warga, kualitas Sungai Air Kuning tidak lagi seperti beberapa tahun lalu. Meski demikian, sungai itu masih terpaksa dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga karena banyak sumur warga mengering selama musim kemarau.

“Kami tidak punya pilihan lain. Sumur kering, terpaksa menggunakan air sungai,” ujar salah seorang warga yang ditemui di tepi aliran sungai, Jumat (31/7/2026).

Saat tim media ini berada di lokasi pada Jumat siang, air Sungai Air Kuning tampak berwarna pekat kehitaman. Di beberapa titik, warga masih mencuci pakaian di tepian sungai, sementara anak-anak mandi bersama orang dewasa. Aktivitas itu berlangsung di tengah keluhan masyarakat mengenai perubahan warna air dan mengeringnya sebagian besar sumur mereka.

Beberapa warga setempat juga mengeluhkan timbulnya rasa gatal-gatal pada kulit setelah mandi menggunakan air sungai tersebut. Namun, keterkaitan langsung antara keluhan gatal-gatal dan perubahan kondisi air sungai masih memerlukan pemeriksaan medis serta pengujian kualitas lingkungan oleh instansi berwenang. Selain memperlihatkan warna air, warga juga menunjukkan beberapa ikan yang tampak mengambang di aliran sungai.

Warga Tunjukkan Saluran Pipa

Keresahan masyarakat ini mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat. Ketua RT Desa Kurup, Ujang, bersama Sekretaris Desa dan perangkat desa lainnya turun langsung ke lokasi untuk mendampingi warga dan melihat kondisi sungai secara nyata. Peninjauan tersebut juga didampingi kuasa hukum warga, Hari Kurniawan.

Di lokasi, warga memperlihatkan sebuah saluran pipa yang menurut mereka bermuara ke Sungai Air Kuning. Mereka menduga saluran tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional PT KIT. Berdasarkan pengakuan warga, pada 18 Juli lalu mereka sempat melihat cairan berwarna hitam mengalir dari saluran pipa tersebut menuju sungai.

Warga juga menyampaikan bahwa penurunan kualitas sungai mulai mereka rasakan setelah perusahaan tersebut beroperasi di wilayah itu. Klaim tersebut masih memerlukan pembuktian melalui hasil penyelidikan dan pengujian laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun instansi berwenang.

Desak Investigasi dan Rencana Aksi

Masyarakat Desa Kurup mendesak Pemerintah Kabupaten OKU dan DLH OKU untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, mengambil sampel air, dan menguji kualitas lingkungan secara transparan sesuai prosedur perundang-undangan.

Warga menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tidak ada langkah nyata dan konkret dari pemerintah serta instansi terkait dalam menindaklanjuti persoalan air bersih ini.

Hingga berita ini diterbitkan, tim jurnalis NUSALY telah mendatangi lokasi PT KIT untuk meminta konfirmasi terkait dugaan yang disampaikan warga. Namun, pihak manajemen perusahaan belum dapat ditemui sehingga keterangan resmi belum diperoleh. Redaksi akan memuat klarifikasi maupun hak jawab dari pihak perusahaan setelah diterima, sesuai Kode Etik Jurnalistik. (radit)

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1