Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Pendidikan

Tahap Pertama Selesai, Sisa Kuota SMAN 1 OKU Diperebutkan Lewat Tes Online

×

Tahap Pertama Selesai, Sisa Kuota SMAN 1 OKU Diperebutkan Lewat Tes Online

Sebarkan artikel ini
Tahap Pertama Selesai, Sisa Kuota SMAN 1 OKU Diperebutkan Lewat Tes Online
Kepala SMA Negeri 1 OKU, Muhammad Nasir, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hellen Ervina, menjelaskan bahwa pada seleksi tahap awal ini terdapat 255 calon siswa yang dinyatakan lulus. Dok. Radit/Nusaly.com

Jalur domisili mendominasi kelulusan fase awal dengan menyerap 130 siswa, sementara pendaftaran fase kedua dijadwalkan mulai pertengahan Juni.

BATURAJA, NUSALY – Rekapitualsi hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap pertama di SMA Negeri 1 Ogan Komering Ulu (OKU) resmi rampung. Sekolah unggulan di Kota Baturaja ini mencatat kuota daya tampung gelombang awal telah terpenuhi sebesar 64,4 persen dari total kapasitas ruang kelas yang tersedia, Selasa (9/6/2026).

Kepala SMA Negeri 1 OKU, Muhammad Nasir, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hellen Ervina, menjelaskan bahwa pada seleksi tahap awal ini terdapat 255 calon siswa yang dinyatakan lulus. Jumlah tersebut menyisakan kuota sebanyak 141 kursi yang nantinya akan diperebutkan kembali oleh lulusan SMP pada seleksi tahap kedua.

Secara keseluruhan, sekolah menyediakan daya tampung sebanyak 396 siswa yang akan dibagi ke dalam 11 rombongan belajar. Komposisi kelulusan tahap pertama terdiri dari jalur domisili sebanyak 130 anak, jalur afirmasi 57 anak, prestasi akademik 20 anak, prestasi non-akademik 20 anak, mutasi orang tua dan anak guru 8 anak, serta jalur tes kompetensi akademik gelombang awal sebanyak 20 anak.

Dominasi domisili

Pelaksanaan PPDB pada tahap pertama ini menunjukkan tingginya animo masyarakat sekitar sekolah untuk memanfaatkan jalur domisili atau zonasi. Berdasarkan data panitia, jumlah pendaftar pada jalur ini sangat dominan, yakni mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar 335 berkas pengajuan.

Ketatnya persaingan di jalur kedekatan wilayah ini berdampak langsung pada tingginya standar nilai minimal yang diterima. Panitia mencatat rentang nilai akumulasi pendaftar bergerak dari yang tertinggi sebesar 94,76 hingga terendah 74,04. Namun, untuk 130 siswa yang berhasil lolos, batas nilai terendah yang aman bertahan di angka 86,36.

Meskipun berjalan lancar, panitia sempat menemukan sejumlah kendala administratif terkait pemahaman regulasi zonasi. Beberapa orang tua calon siswa diketahui memaksakan perpindahan dokumen Kartu Keluarga (KK) agar dapat masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Baturaja Timur yang menjadi zonasi utama sekolah.

“Ada beberapa calon siswa itu orang tuanya yang masih kesalahpahaman tentang domisili. Harusnya menggunakan Kartu Keluarga Baturaja Timur, akhirnya ada yang berusaha untuk pindah Kartu Keluarga dan sebagainya, mungkin hanya itu. Terus kalau untuk yang lainnya aman,” ujar Hellen Ervina saat memberikan keterangan di Baturaja.

Seleksi berikutnya

Bagi para calon siswa yang belum berhasil melintasi persaingan di tahap pertama, otoritas sekolah meminta untuk segera mempersiapkan diri menghadapi seleksi tahap kedua. Pendaftaran fase berikutnya akan resmi dibuka pada 15 Juni 2026 mendatang dan berlangsung selama satu minggu.

Berbeda dengan fase awal, penentu kelulusan pada tahap kedua akan bertumpu pada hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) secara online yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026. Kendati demikian, nilai rata-rata rapor dari sekolah asal akan tetap dihitung sebagai pembobot nilai akhir dalam sistem pemeringkatan.

Materi ujian TKA akan menguji kemampuan dasar siswa pada empat mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Soal-soal ujian tersebut disusun langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dengan sistem evaluasi real-time, di mana nilai peserta akan langsung muncul di layar setelah tes usai.

Jaminan transparansi

Pihak manajemen SMA Negeri 1 OKU menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seluruh tahapan PPDB secara bersih, transparan, dan akuntabel. Pembatasan daya tampung dan ruang kelas membuat persaingan murni bertumpu pada kualitas akademis serta daya saing masing-masing calon siswa.

Masyarakat dan para wali murid diimbau untuk memercayai sistem seleksi yang ada serta tidak mempercayai tawaran-tawaran dari pihak luar yang menjanjikan kelulusan secara instan di luar prosedur resmi.

“Untuk para orang tua, kami harapkan untuk percaya kalau PPDB SMAN 1 OKU ini bersih. Jadi tidak perlu mencari hal-hal yang di luar. Pokoknya ikuti prosedur, ikuti tes, jika memang nilai bagus akan diberikan,” kata Hellen Ervina menegaskan.

Keterbukaan akses dan akurasi sistem penilaian real-time pada tahap kedua nanti diharapkan mampu menyaring calon siswa terbaik secara objektif, sekaligus memberikan peluang yang setara bagi seluruh lulusan SMP di Kabupaten OKU untuk mengecap pendidikan di sekolah kedinasan tersebut. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang