Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Palembang Berdaya

Tantangan Bioteknologi Rumah Sakit Daerah, Ratu Dewa Minta RSUD Bari Sentuh Warga Miskin

×

Tantangan Bioteknologi Rumah Sakit Daerah, Ratu Dewa Minta RSUD Bari Sentuh Warga Miskin

Sebarkan artikel ini
Tantangan Bioteknologi Rumah Sakit Daerah, Ratu Dewa Minta RSUD Bari Sentuh Warga Miskin
Wali Kota Ratu Dewa minta RSUD Palembang Bari selaraskan inovasi bioteknologi agar dampaknya nyata dirasakan oleh masyarakat kelas bawah. Dok. Istimewa

Lompatan inovasi kedokteran dan tata kelola manajerial dinilai tidak akan memiliki arti jika gagal meruntuhkan sekat aksesibilitas bagi masyarakat di tingkat tapak.

PALEMBANG, NUSALY – Rumah sakit umum daerah milik pemerintah kota dituntut untuk melakukan reorientasi fungsi pelayanan di tengah derasnya arus modernisasi medis.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan catatan kritis bahwa seluruh target capaian manajemen, penguatan ketahanan kesehatan, hingga adopsi inovasi bioteknologi terbarukan harus diletakkan dalam koridor keberpihakan pada masyarakat kelas bawah.

Peringatan tersebut disampaikan di hadapan jajaran manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari bertepatan dengan momentum hari jadi lembaga kesehatan penopang kota tersebut, Rabu (10/6/2026).

Pemerintah kota memandang ada kecenderungan institusi layanan kesehatan publik terjebak pada perlombaan fasilitas fisik dan digitalisasi birokrasi, namun kerap melupakan esensi kemudahan akses bagi warga miskin.

Ratu Dewa menegaskan bahwa parameter kesuksesan tertinggi dari sebuah fasilitas kesehatan daerah bukan diukur dari kecanggihan perangkat laboratorium belaka.

Indikator utama yang paling mutlak adalah sejauh mana masyarakat yang berada pada lapisan ekonomi paling rentan (grassroot) dapat merasakan kepastian layanan pengobatan tanpa dihantui oleh kendala administratif maupun pembiayaan.

Integrasi jaminan sosial dan pengawalan yuridis

Guna membumikan visi inklusivitas tersebut, seluruh klaster inovasi baru yang dilahirkan oleh RSUD Palembang Bari diinstruksikan untuk melekat secara penuh pada program payung jaminan sosial bertajuk Palembang Sehat.

Skema ini dirancang sebagai jaring pengaman agar masyarakat marginal tidak sekadar menjadi penonton di tengah masifnya standardisasi mutu pelayanan rumah sakit yang mengejar kelas nasional.

Sebagai implementasi konkret di lapangan, pihak rumah sakit langsung membangun kemitraan strategis lintas sektoral melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Palembang serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemberian akses pemeriksaan kesehatan gratis secara masif yang menyasar kelompok masyarakat umum serta jajaran staf pemerintahan tingkat bawah.

“Semoga yang penting buat kita semua adalah bagaimana tingkat ketersentuhannya bagi masyarakat tingkat bawah, masyarakat grassroot. Sehingga inovasi apa pun itu, ujung-ujungnya adalah pelayanan untuk masyarakat Palembang yang tergabung dalam program Palembang Sehat,” ujar Ratu Dewa menekankan arah kebijakan hilirisasi inovasi medisnya.

Menuju standarisasi mutu layanan nasional

Langkah pembenahan menyeluruh ini mendapatkan dukungan penuh dari otoritas penegak hukum selaku pengawal jalannya tata kelola pemerintahan daerah.

Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, M Ali Akbar, menyatakan komitmen jajarannya untuk mengawasi secara ketat dan mengawal implementasi program Palembang Sehat serta Palembang Berdaya agar terhindar dari potensi penyimpangan anggaran ataupun malpraktek birokrasi.

Kejaksaan menilai bahwa RSUD Palembang Bari memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat rujukan medis dengan performa bertaraf nasional.

Namun, akselerasi menuju target tersebut membutuhkan konsistensi dalam perbaikan manajerial sumber daya manusia, keterbukaan sistem penanganan keluhan pasien, serta mitigasi risiko ketahanan kesehatan kota dalam menghadapi dinamika penyakit endemik perkotaan.

Pembenahan kualitas pelayanan publik di sektor hulu ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan sosial di Kota Palembang.

Ketika sebuah rumah sakit daerah mampu mengawinkan kecanggihan teknologi bioteknologi dengan kehangatan pelayanan yang humanis bagi warga miskin, maka ketahanan sosial masyarakat perkotaan akan terbentuk secara organik sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. (desta)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang