Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
OKI Maju Bersama

Tim Gabungan Berhasil Kendalikan Karhutla di Kawasan Sepucuk OKI

×

Tim Gabungan Berhasil Kendalikan Karhutla di Kawasan Sepucuk OKI

Sebarkan artikel ini
Bupati OKI, H. Iskandar, SE, mengapresiasi kerja keras tim gabungan. Ia meminta pihak terkait untuk membangun sekat kanal pada areal rawan kebakaran. Foto: Istimewa.
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Ogan Komering Ilir, NUSALY.com – Setelah berjibaku selama 24  jam, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Damkar, Manggala Agni, RPK perusahaan PT.Tempirai, Kelantan Sakti, Rambang Agro serta dibantu masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Jalan Sepucuk Kayuagung, OKI.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE meninjau langsung lokasi pada pada Selasa, (5/9/2023) mengapresiasi Langkah sigap tim gabungan pemadaman Karhutlah Kabupaten OKI.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

“Alhamdulilah berkat kerja keroyokan api dapat dikendalikan meski masih ada titik-titik yang masih perlu dilakukan pendinginan,” Ujar Iskandar.

Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin mengatakan tim gabungan terus melakukan pemadaman sejak, Senin, (4/9) sore hingga malam hari. Listiadi menaksir luas area yang terbakar berkisar 300 Hektare.

“Sekitar 300 hektaran, sampai saat ini tim masih melakukan pendinginan di areal terbakar.” Pungkasnya.

Pemadaman menurut Listiadi terkendala akses jalan menuju titik api serta sumber air yang semakin menipis.

“Titik apinya sulit dijangkau sehingga menyulitkan petugas,” Ungkap dia.
Jaga Kesediaan Air, Buat Sekat Kanal
Pada kesempatan yang sama Bupati OKI, H. Iskandar, SE meminta pihak terkait untuk membangun sekat kanal pada areal rawan terbakar.

Sekat kanal ini dibangun untuk menjaga tinggi muka air di lahan gambut agar tetap basah sehingga tak mudah terbakar.” Ungkapnya.

Air yang tertahan tambah dia, dapat menjadi sumber air dan mencegah kebakaran lahan gambut. Namun karena kawasan yang terbakar termasuk gambut dalam, sehingga tidak bisa langsung di intervensi oleh Pemerintah Daerah.

“Masuk Kawasan konservasi gambut sehingga kita mintakan ke pemerintah pusat maupun Badan Restorasi Gambut menurunkan programnya di lokasi ini,” pinta Iskandar.
Iskandar juga meminta kepada perusahaan untuk peduli dengan areal sekitar HGU perusahaan.

“Jadi jangan kebunnya saja yang dijaga, areal sekitar kebun juga kewajiban perusahaan agar tidak terbakar,” tutupnya. ***

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1