Pengawasan kualitas pengerjaan fisik di wilayah pinggiran diperketat guna menjamin ketahanan fasilitas publik pasca-operasi teritorial. Standardisasi bangunan penunjang di sentra produksi perdesaan menjadi parameter utama keberhasilan integrasi lintas sektoral.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Manajemen pengawasan mutu infrastruktur perdesaan menjadi aspek krusial sebelum aset hasil pembangunan lintas sektoral diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Menjelang penutupan resmi program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ogan Komering Ilir ke-128, Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo melakukan audit fisik langsung terhadap seluruh hasil pengerjaan di lapangan.
Inspeksi kelayakan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (19/5/2026). Peninjauan taktis di lapangan ini mendampingi Komandan Satuan Tugas TMMD Ogan Komering Ilir Ke-128 Letkol Inf Gunawan Wibisono guna memastikan reliabilitas bangunan penunjang sebelum operasional penuh digulirkan.
Pemeriksaan berkala pada H-2 penutupan ini sengaja memetakan titik-titik krusial bangunan, seperti ketebalan pengerasan jalan logistik perkebunan, sistem pembuangan air pada drainase horizontal, hingga kelaikan fasilitas umum seperti musala dan sarana sanitasi komunal. Langkah ini penting untuk menjamin agar anggaran daerah yang dialokasikan tidak mengalami kegagalan fungsi di kemudian hari.
Standardisasi mutu
Kecamatan Mesuji Makmur secara geografis berada di wilayah perbatasan komoditas perkebunan yang memerlukan akurasi konstruksi tinggi akibat beban tonase kendaraan angkut yang dinamis. Oleh karena itu, audit akhir oleh jajaran komando korem difokuskan pada ketahanan jangka panjang material yang digunakan oleh para personel satgas di tingkat tapak.
Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa pengerjaan sasaran fisik harus melewati standardisasi teknis yang ketat agar kemanfaatannya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat buruh tani setempat. Proyek kemitraan ini tidak boleh sekadar mengejar pemenuhan tenggat waktu seremonial, melainkan wajib mengutamakan fungsi ketahanan struktur tanah dan beton.
Selain melakukan pengecekan fisik material, rombongan juga mengevaluasi efektivitas keterlibatan instansi horizontal kedinasan dalam menyuplai program nonfisik sepanjang operasional berjalan. Sinkronisasi data antara target perencanaan awal dan realisasi rill di lapangan menjadi tolok ukur utama evaluasi manajerial operasional bakti teritorial ini.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. TMMD ini adalah bukti bahwa TNI hadir di tengah rakyat, bekerja bersama, dan berjuang untuk kesejahteraan di perdesaan,” ujar Khabib Mahfud di sela-sela pemeriksaan fisik bangunan.
Manajerial lapangan
Berdasarkan data taktis Satgas TMMD Ogan Komering Ilir, seluruh target sasaran fisik utama dilaporkan telah menyentuh fase penyelesaian akhir tanpa adanya deviasi silsilah pengerjaan yang berarti. Stabilitas kondisi cuaca di kawasan perbatasan OKI dalam beberapa hari terakhir turut mempercepat proses pengeringan semen cor dan perataan material batu di sepanjang koridor transportasi desa.
Dansatgas TMMD OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono menjelaskan, pola pendekatan persuasif yang diterapkan selama satu bulan penuh berhasil memicu partisipasi aktif dari kelompok swadaya masyarakat lokal. Soliditas interaksi di lapangan ini memotong biaya sosial operasional sehingga efisiensi pengerjaan sarana ibadah dan penataan pemukiman kurang mampu dapat dioptimalkan secara swakelola.
Manajemen lapangan memastikan, pasca-upacara penutupan yang dijadwalkan pada Kamis mendatang, seluruh operasional alat berat akan ditarik secara bertahap agar jalur rintisan logistik baru dapat langsung dimanfaatkan secara optimal oleh armada angkut hasil bumi milik petani lokal.
“Kami tidak hanya membangun jalan, musholla, atau fasilitas lainnya, tetapi juga membangun ikatan kebersamaan dengan masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang tumbuh selama operasi ini menjadi energi utama penyelesaian target,” kata Gunawan menambahkan.
Serah terima aset
Rangkaian agenda inspeksi akhir di kawasan Pematang Sukatani tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemegang kebijakan lokal, mulai dari Camat dan Kapolsek Mesuji Makmur, Kepala Desa tempatan, hingga unsur Kepala Seksi Teritorial Kasrem 044/Gapo. Kehadiran lintas instansi ini sekaligus mematangkan administrasi berita acara penyerahan aset infrastruktur publik.
Rampungnya verifikasi lapangan oleh otoritas militer regional ini menandai kesiapan Desa Pematang Sukatani untuk melangkah ke tahap kemandirian pasca-proyek. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir kini memiliki tanggung jawab penuh untuk meregistrasi rute transportasi baru tersebut ke dalam peta jalan daerah guna mendapatkan alokasi perawatan berkala.
Kesuksesan taktis pelaksanaan program di wilayah pelosok Mesuji Makmur ini membuktikan bahwa pengawasan berlapis dari tingkat bawah hingga komando tinggi mampu mereduksi risiko penyimpangan mutu proyek di lapangan. Replikasi manajemen kendali mutu terpadu ini patut dijadikan role model untuk pelaksanaan agenda pembangunan infrastruktur serupa di seluruh pelosok wilayah Sumatera Selatan. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
