Penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah sentra perkebunan menjadi pilar penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama. Inovasi tata laksana peternakan rakyat disosialisasikan guna membuka sumber pendapatan alternatif bagi keluarga peternak.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pinggiran tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik. Melalui program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD OKI ke-128, intervensi nonfisik kini gencar dilakukan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi sekunder bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sabuk perkebunan.
Langkah penguatan kapasitas tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan penyuluhan tata laksana peternakan berkelanjutan bagi penduduk Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Agenda edukasi kolektif ini dilaksanakan secara interaktif pada Jumat (15/5/2026) malam.
Kecamatan Mesuji Makmur secara umum dikenal sebagai wilayah penopang sektor perkebunan rakyat. Namun, fluktuasi harga komoditas utama yang sering tidak menentu menuntut adanya diversifikasi usaha, di mana sektor peternakan dinilai memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai bantalan ekonomi keluarga.
Tata laksana ternak
Guna menyajikan materi yang akurat dan aplikatif, komando taktis lapangan menggandeng otoritas teknis daerah dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir. Petugas penyuluh teknis Disbunnak OKI, Sutoyo, hadir membedah anatomi pemeliharaan hewan, manajemen pakan berbasis limbah perkebunan, hingga aspek mitigasi pencegahan penularan penyakit endemik.
Sutoyo menjelaskan bahwa sebagian besar kendala yang dihadapi oleh peternak tradisional di tingkat desa adalah rendahnya pemahaman mengenai sanitasi kandang dan pemilihan bibit unggul. Akibatnya, produktivitas ternak sering kali tidak sebanding dengan biaya operasional pengadaan pakan yang dikeluarkan.
Padahal, dengan kondisi bentang alam pedesaan yang kaya akan vegetasi hijau, peternak lokal memiliki keunggulan komparatif untuk mengembangkan konsep peternakan komersial berskala mikro. Integrasi antara sektor perkebunan dan peternakan diyakini mampu menciptakan sirkulasi ekonomi yang saling menguntungkan.
“Melalui penyuluhan ini kami berharap masyarakat semakin memahami cara beternak yang sehat, produktif, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Peternakan dapat menjadi usaha sampingan maupun usaha utama yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Sutoyo saat memaparkan materi teknis di hadapan warga desa.
Kualitas manusia
Penyelenggaraan kelas edukasi di ruang komunitas ini merupakan bagian integral dari sasaran nonfisik program TMMD OKI ke-128 yang dikomandoi oleh Kodim 0402/OKI-OI. Kerangka program ini didesain agar investasi fisik berupa perbaikan jalan konektivitas dapat berjalan seiringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia setempat.
Koordinator Lapangan TMMD OKI Ke-128, Kapten Arm Irwan, menegaskan bahwa kehadiran personel TNI di wilayah perbatasan bukan sekadar bertindak sebagai pelaksana proyek konstruksi. Fungsi teritorial militer dituntut adaptif dalam mendeteksi dan menyelesaikan problem kemiskinan struktural melalui transfer pengetahuan yang aplikatif.
Menurut Irwan, pembukaan akses jalan baru di Desa Pematang Sukatani akan terasa percuma apabila masyarakat setempat tidak memiliki keterampilan komersial yang cukup untuk mengisi ruang ekonomi tersebut. Ilmu peternakan yang didapatkan warga diharapkan menjadi modal dasar yang terus berputar bahkan setelah masa operasi bakti TNI berakhir.
“Kegiatan TMMD bukan hanya membangun jalan ataupun fasilitas desa, tetapi juga membangun semangat dan pengetahuan masyarakat. Kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi warga, sehingga setelah program selesai masyarakat memiliki bekal ilmu yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Irwan menjelaskan.
Partisipasi tapak
Respons positif diperlihatkan oleh kelompok masyarakat yang hadir memadati ruang pertemuan desa pada malam hari tersebut. Berbeda dengan sosialisasi satu arah yang kaku, jalannya kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif di mana para peternak lokal aktif mengonsultasikan kasus-kasus klinis hewan ternak mereka langsung kepada penyuluh dinas.
Tingginya tingkat kehadiran dan partisipasi aktif warga membuktikan adanya kebutuhan mendesak akan pendampingan teknis kedinasan di tingkat tapak yang selama ini jarang terjangkau akibat jarak geografis yang jauh dari pusat kota kabupaten. Kehadiran personel TNI di tengah barisan warga sekaligus memperkuat kedekatan emosional dalam ruang belajar bersama.
Melalui sinergi yang terbangun antara komando distrik militer, instansi kedinasan daerah, dan komunitas peternak lokal, kemandirian fiskal perdesaan diharapkan dapat tumbuh secara organik. Pengetahuan baru mengenai standardisasi perawatan ternak ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan harian rumah tangga tani secara berkelanjutan.
Keberhasilan program nonfisik di Kecamatan Mesuji Makmur ini menegaskan kembali urgensi model pembangunan komprehensif yang menyentuh aspek struktural sekaligus kultural masyarakat kecil. Replikasi program edukasi serupa perlu terus diperluas ke wilayah-wilayah penyangga lain guna mempercepat pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Ogan Komering Ilir. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
