Penyelesaian infrastruktur penunjang kesehatan di kawasan sabuk perkebunan perbatasan berhasil dituntaskan tepat waktu. Keberadaan sarana MCK komunal permanen siap mengubah pola hidup higienis masyarakat di tingkat tapak.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Akselerasi pemenuhan target standar kesehatan lingkungan di wilayah pelosok Sumatera Selatan resmi memasuki babak baru. Melalui skema kerja lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD OKI ke-128, pengerjaan fisik lima unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di kawasan pemukiman perkebunan dilaporkan telah rampung seratus persen.
Seluruh unit penunjang saniter yang diarsiteki oleh jajaran Kodim 0402/OKI-OI ini dipusatkan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penyelesaian total konstruksi beton komunal tersebut berhasil dikunci pada Rabu (20/5/2026), tepat satu hari menjelang agenda serah terima aset.
Rampungnya proyek pengolahan limbah domestik ini menjadi jawaban taktis atas kerentanan akses sanitasi dasar yang selama bertahun-tahun membayangi warga pedesaan setempat. Kehadiran sarana permanen ini ditargetkan mampu menekan indeks penyakit menular akibat pencemaran sumber air tanah.
Sertifikasi kelayakan
Jika merujuk pada pemetaan awal koridor pemukiman di Dusun Desa Pematang Sukatani, ketiadaan jamban keluarga yang memenuhi syarat teknis memaksa sebagian warga berpendapatan rendah mengandalkan sarana darurat terbuka. Kondisi tersebut menempatkan kawasan ini dalam risiko tinggi penyebaran bakteri coliform melalui aliran air permukaan.
Transformasi fisik bangunan yang kini telah selesai dikerjakan mencakup standardisasi bilik semen tertutup, pemasangan keramik lantai penahan kelembapan, sistem pencahayaan alami yang cukup, hingga integrasi tangki septik (septic tank) kedap air. Pola rancangan ini diadopsi guna memastikan operasional MCK tidak mencemari sumur galian warga sekitar.
Koordinator Lapangan pembangunan MCK TMMD OKI Ke-128, Kapten Arm Murod, menjelaskan bahwa ketepatan waktu penyelesaian ini merupakan dampak langsung dari optimalnya manajemen material di fase akhir operasional. Konsistensi pembagian tugas harian antara teknisi militer dan swadaya warga membuat deviasi waktu pengerjaan dapat ditekan hingga nol persen.
“Alhamdulillah, hari ini lima unit MCK telah selesai seratus persen. Ini bukan hanya tentang membangun fasilitas fisik, tetapi juga tentang mengarsiteki fondasi kehidupan yang jauh lebih sehat bagi masyarakat perdesaan,” ujar Murod saat melakukan verifikasi akhir bangunan.
Perubahan kultural
Tersedianya infrastruktur saniter yang representatif ini memicu pergeseran pola perilaku masyarakat setempat secara signifikan. Akses bilik mandi yang higienis, aman, dan dekat dari pekarangan rumah memberikan proteksi sosial yang tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan warga lanjut usia.
Bagi warga buruh kebun harian, bantuan stimulan fisik dari komando teritorial ini memangkas beban pengeluaran domestik yang besar jika harus mendirikan struktur kamar mandi beton secara mandiri. Suksesnya pembangunan ini melahirkan optimisme baru bahwa Desa Pematang Sukatani dapat segera meraih status bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free).
Aparatur desa bersama dinas kesehatan distrik kini memiliki basis infrastruktur yang solid untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketersediaan air bersih yang stabil di kompleks MCK baru ini diharapkan dapat langsung diadopsi dalam kebiasaan domestik harian keluarga tani.
Keberlanjutan tata kelola
Dengan selesainya seluruh tahapan konstruksi fisik TMMD OKI di sektor sanitasi, tantangan berikutnya bergeser pada aspek manajemen pemeliharaan pasca-operasi. Struktur bangunan publik komunal semacam ini memerlukan komitmen kolektif dari para pengguna manfaat agar tidak mengalami penurunan fungsi akibat kelalaian perawatan.
Pemerintah Desa Pematang Sukatani didorong untuk segera merumuskan regulasi lokal terkait pembentukan tim swadaya pengelola fasilitas MCK. Skema iuran pemeliharaan berkala untuk biaya operasional pompa air elektrik dan pengadaan bahan pembersih menjadi instrumen penting guna menjaga usia pakai bangunan.
Langkah kesinambungan ini memerlukan pendampingan berkala dari pihak kecamatan agar investasi pemukiman sehat yang telah ditanamkan oleh Satgas TMMD OKI dapat direplikasi ke desa tetangga. Kolaborasi berkelanjutan menjadi kunci vital agar agenda pengentasan kemiskinan struktural berbasis penataan sanitasi dapat berjalan linear di seluruh pelosok Ogan Komering Ilir. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
