Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kilas Daerah

TMMD OKI Tuntaskan Rehabilitasi Rumah Layak Huni di Mesuji Makmur

×

TMMD OKI Tuntaskan Rehabilitasi Rumah Layak Huni di Mesuji Makmur

Sebarkan artikel ini
TMMD OKI Tuntaskan Rehabilitasi Rumah Layak Huni di Mesuji Makmur
Program TMMD OKI di Desa Pematang Sukatani rampung seratus persen. Lima unit rumah tidak layak huni milik warga kini berubah menjadi bangunan permanen. Dok. Pendim 0402

Pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran Kabupaten Ogan Komering Ilir terus dipacu melalui skema kolaborasi lintas sektoral. Pembenahan hunian masyarakat berpendapatan rendah menjadi titik masuk utama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di sektor perdesaan.

OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD OKI ke-128 yang digulirkan oleh Kodim 0402/OKI-OI resmi menyelesaikan seluruh sasaran fisik di tingkat tapak.

Memasuki hari ke-29 pelaksanaan operasi, target rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan pedesaan terpencil kini telah rampung seratus persen.

Fokus penataan pemukiman kali ini dipusatkan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Rampungnya pengerjaan fisik ini diselesaikan tepat satu hari menjelang upacara penutupan resmi agenda bakti fisik militer tersebut, Rabu (20/5/2026).

Langkah pembenahan hunian ini mendesak dilakukan mengingat wilayah Mesuji Makmur merupakan salah satu sentra perkebunan yang membutuhkan intervensi percepatan infrastruktur dasar. Akses rumah yang sehat dinilai menjadi faktor krusial dalam menaikkan indeks pembangunan manusia di tingkat desa.

Spesifikasi fisik

Berdasarkan data operasional Satgas TMMD OKI, terdapat lima unit rumah warga kurang mampu yang menjadi sasaran perbaikan total karena kondisinya yang semula sangat memprihatinkan. Kelima hunian tersebut masing-masing merupakan milik dari Soleh, Bukhari, Joni, Sutriyah, dan Ahmad.

Jika merujuk pada kondisi awal, bangunan-bangunan tersebut didominasi oleh material kayu lapuk, berdinding papan seadanya, serta memiliki struktur atap yang rawan bocor saat intensitas hujan tinggi. Kondisi itu tidak hanya menurunkan tingkat higienitas lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan para penghuninya.

Melalui skema gotong royong, kelima hunian tersebut kini telah bertransformasi menjadi bangunan permanen berstruktur beton minimalis. Pantauan visual pada hasil akhir pengerjaan memperlihatkan bangunan kini menggunakan dinding batako yang diplester rapi dengan lapisan cat putih bersih, dipadu dengan kusen pintu dan jendela bermaterial kayu silsilah cokelat tua.

Bagian atap juga telah diganti secara menyeluruh menggunakan kerangka kokoh berpenutup genteng tanah liat untuk meredam suhu panas di dalam ruangan. Selain itu, bagian teras depan bangunan dilengkapi dengan rabat beton semen cor yang rata demi mencegah genangan air dan lumpur saat musim penghujan tiba.

Aspek kemanfaatan

Komandan Satuan Tugas TMMD OKI Ke-128, Letkol Inf Gunawan Wibisono, menjelaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan target sasaran fisik ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat tapak. Intervensi pembangunan harus menyentuh kebutuhan mendasar warga yang selama ini luput dari jangkauan program reguler.

Menurut Gunawan, esensi utama dari program ini bukan sekadar membangun fisik bangunan beton atau infrastruktur semata. Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan harapan baru serta memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan sanitasi dan hunian yang sehat bagi masa depan keluarga di desa.

“Melihat senyum bahagia masyarakat adalah kehormatan terbesar bagi kami. Rumah yang hari ini berdiri kokoh bukan sekadar bangunan, tetapi simbol perjuangan, kepedulian, dan persatuan,” kata Gunawan dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam proses pengayakan semen, pemasangan bata, hingga penyusunan genteng menjadi motor penggerak utama. Pola kerja partisipatif ini membuat durasi pengerjaan bisa dipangkas lebih cepat dari tenggat waktu yang direncanakan.

Sinergi sektoral

Keberhasilan proyek pembenahan pemukiman di Desa Pematang Sukatani ini disambut dengan keharuan oleh para warga penerima manfaat. Sebagian besar dari mereka tidak menyangka bahwa rumah mereka yang semula lapuk bisa berubah menjadi bangunan permanen dalam waktu kurang dari satu bulan.

Sebab, jika mengandalkan kemampuan ekonomi mandiri sebagai buruh kebun, impian untuk mendirikan rumah tembok sehat sangat sulit dijangkau di tengah himpitan harga kebutuhan pokok. Akses bantuan ini dinilai memotong beban pengeluaran konsumsi rumah tangga secara signifikan.

Maka dari itu, keberhasilan taktis TMMD OKI ini menjadi bukti empiris mengenai pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah tertinggal. Pola kemitraan semacam ini dinilai jauh lebih efektif dibanding proyek penunjukan langsung yang kerap mengabaikan partisipasi warga tempatan.

Rampungnya sasaran fisik RTLH ini diharapkan tidak menjadi akhir dari program pemberdayaan di Kecamatan Mesuji Makmur. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir kini dituntut untuk menindaklanjuti konektivitas infrastruktur ini dengan pemenuhan akses air bersih dan jaringan listrik yang stabil.

Langkah kesinambungan program pasca-penutupan TMMD menjadi kunci agar bangunan-bangunan baru ini bisa berfungsi optimal secara berkelanjutan. Kolaborasi dari dinas terkait dibutuhkan agar semangat gotong royong yang telah menyala di Pematang Sukatani dapat terus direplikasi ke desa-desa sekitar yang memiliki persoalan serupa. (puputzch)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang