Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Korporasi

Ikhtiar APP Group Meredam Karhutla di Tengah Ancaman El Niño

×

Ikhtiar APP Group Meredam Karhutla di Tengah Ancaman El Niño

Sebarkan artikel ini
Ikhtiar APP Group Meredam Karhutla di Tengah Ancaman El Niño
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang. Dok. APP Group/Nusaly.com

APP Group mengonsolidasikan teknologi satelit dan pemberdayaan 31 desa untuk menjawab mandat pemerintah dalam menjaga stabilitas ekologis Sumatera Selatan menghadapi kemarau ekstrem 2026.

PALEMBANG, NUSALY – Awan putih berarak tenang memayungi cakrawala di atas lapangan Griya Agung, Palembang, pada Rabu (6/5/2026) pagi. Di bawah keteduhan itu, sekitar 1.600 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga dunia usaha berbaris siaga dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Nasional.

Di tengah lapangan, lengkungan air berwarna yang menyembur ke angkasa menjadi simbol visual dimulainya mobilisasi besar untuk melindungi napas Bumi Sriwijaya dari ancaman api.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, yang memimpin langsung apel tersebut, memberikan penegasan tanpa kompromi.

Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, dan lebih terpadu. Fokus utamanya adalah pencegahan total sebelum titik api meluas menjadi bencana yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan.

Ancaman Ekstrem

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keteduhan langit pagi ini bersifat sementara. Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung bertahap sejak April, dengan puncak kekeringan pada Agustus mendatang.

Situasi tahun ini menjadi jauh lebih kompleks dengan kehadiran fenomena El Niño yang diperkirakan berkembang pada periode Juli hingga September.

El Niño bukan sekadar fenomena cuaca; bagi Sumatera Selatan, ini adalah ancaman eksistensial bagi lahan gambut yang luas. Kondisi yang jauh lebih kering meningkatkan risiko kebakaran secara eksponensial.

Menanggapi hal ini, pemerintah secara resmi mereaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 guna memperkuat koordinasi, pemantauan, hingga penegakan hukum secara nasional agar tidak ada celah bagi kelengahan.

Saraf Digital

Merespons instruksi tegas pemerintah, APP Group bersama mitra pemasoknya—yaitu PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, PT Rimba Hutani Mas, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai, dan PT Tri Pupajaya—mengadopsi pendekatan Integrated Fire Management (IFM). Strategi ini menempatkan teknologi sebagai pusat saraf operasi yang bekerja nonstop selama 24 jam.

“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respon cepat di lapangan. Namun, kami meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Suhendra.

Upaya pencegahan di wilayah operasional mitra APP Group di Sumatera Selatan, khususnya di OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa.

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang, melalui kegiatan patroli terpadu, sosialisasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitra pemasok APP Group di Sumatera Selatan telah menyiagakan 907 personel RPK dan 48 personel Tim Reaksi Cepat, didukung 3 helikopter untuk patroli dan 2 heli untuk water bombing, 2 unit airboat dan 84 speedboat untuk wilayah lahan basah, serta 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, dan 155 motor patroli di darat.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mencegah dan menanggulangi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan,” tambah Suhendra.

Kecanggihan infrastruktur deteksi dini perusahaan mencakup 40 menara api, 81 menara mini portable, serta 87 pos pantau. Data dari lapangan, yang didukung drone pemantau titik api dan CCTV, mengalir secara waktu nyata (real-time) berbasis satelit ke dalam 31 situation room.

Jika anomali suhu terdeteksi, tim reaksi cepat yang didukung 3 helikopter patroli dan 2 helikopter water bombing siap dimobilisasi dalam hitungan menit sebelum api merambat ke kedalaman gambut.

Kedaulatan Desa
Dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla 2026 di Palembang, pemerintah menekankan bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih tegas, dengan mengutamakan pencegahan sebelum api meluas. Dok. APP Group/Nusaly.com

Kedaulatan Desa

Meski didukung teknologi satelit, APP Group meyakini bahwa benteng pertahanan paling kokoh dimulai dari pintu rumah warga di sekitar hutan.

Melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA), perusahaan telah merangkul 31 desa di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin untuk beralih ke pola pengelolaan lahan tanpa bakar.

Program ini melibatkan 633 warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA), yang rutin melakukan patroli terpadu bersama aparat TNI dan Polri.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat dilakukan secara sektoral. “Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong harus terus kita hidupkan,” ujar Suhendra.

Data Historis

Kedalaman upaya mitigasi ini tercermin pada tren penurunan luas kebakaran di Sumatera Selatan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumsel menyusut drastis dari 15.422 hektare pada 2024 menjadi sekitar 5.939 hektare pada 2025. Hingga April 2026, luasan yang terdampak baru tercatat sekitar 79,95 hektare.

Namun, keberhasilan statistik ini tidak membuat pihak korporasi maupun pemerintah berpuas diri. Karakteristik lahan gambut yang memiliki riwayat kebakaran berulang menuntut konsistensi pengawasan yang tak boleh putus, terutama saat El Niño mengintai.

Penegakan hukum dan kesiapan sarana pemadaman di wilayah operasional menjadi komitmen yang terus diperkuat guna memastikan stabilitas lingkungan tetap terjaga.

Visi Berkelanjutan
Kesiapan APP Group yang menyiagakan 907 personel Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan armada air yang masif—terdiri dari 2 unit airboat serta 84 speedboat—adalah bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem lahan basah. Dok. APP Group/Nusaly.com

Visi Berkelanjutan

Kesiapan APP Group yang menyiagakan 907 personel Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan armada air yang masif—terdiri dari 2 unit airboat serta 84 speedboat—adalah bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem.

Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi tumpuan utama untuk menjaga marwah lahan basah Sumatera Selatan.

Harapannya jelas: meski tantangan iklim semakin ekstrem, kolaborasi antara kecanggihan digital dan kearifan lokal dapat menjaga langit Bumi Sriwijaya tetap bersih.

Upaya pencegahan yang dilakukan APP Group hari ini adalah janji untuk menjaga napas jutaan jiwa, membuktikan bahwa dedikasi terhadap lingkungan adalah modal utama dalam menghadapi ketidakpastian cuaca di masa depan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.