Komando Daerah Militer II/Sriwijaya menyelesaikan seluruh target operasi teritorial di wilayah pelosok Ogan Komering Ilir. Infrastruktur jalan penghubung dan fasilitas sanitasi yang rampung dibangun kini diserahkan sepenuhnya untuk menopang ekonomi warga desa.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Akselerasi pembangunan di kawasan pedesaan yang sulit dijangkau menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya mengandalkan jalur birokrasi baku.
Melalui skema kemanunggalan teritorial, proyek pembenahan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan kecamatan akhirnya berhasil dirampungkan guna membuka isolasi ekonomi masyarakat setempat.
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menghadiri langsung upacara penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0402/OKI di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (21/5/2026).
Kehadiran pimpinan tertinggi militer wilayah Sumbagsel ini menandai penyerahan hasil kerja fisik yang telah berjalan selama satu bulan penuh sejak 22 April lalu.
Ujang Darwis menyatakan, pengerjaan sarana fisik di tingkat tapak ini bertujuan untuk memotong biaya logistik yang selama ini membebani para petani di pedesaan.
Penempatan personel militer di tengah permukiman warga selama operasi berlangsung juga dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi gotong royong warga yang belakangan mulai mengendur di era digital.
“Program ini bukan sekadar urusan membangun badan jalan atau jembatan. Jauh lebih penting dari itu adalah merawat kembali semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tingkat desa. Apa yang sudah selesai dikerjakan di Pematang Sukatani ini harus dirawat bersama agar manfaatnya bisa bertahan lama,” kata Ujang Darwis.

Capaian target fisik
Kondisi geografis Mesuji Makmur yang didominasi lahan perkebunan sering kali menjadi kendala utama bagi warga saat hendak mendistribusikan hasil bumi, terutama ketika musim hujan tiba. Jalan tanah yang berlumpur kerap membuat kendaraan angkut terjebak hingga berhari-hari.
Dansatgas TMMD ke-128 yang juga Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, melaporkan bahwa seluruh target fisik berhasil diselesaikan 100 persen sebelum tenggat penutupan.
Satgas memfokuskan sebagian besar sumber daya untuk membuka dan mengeraskan akses jalan sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan kantong-kantong produksi pertanian warga ke jalur utama kecamatan.
Selain jalan, prajurit bersama warga setempat juga merombak 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu, membangun 5 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta membangun 5 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau.
Di sektor ketahanan pangan, satgas membuka lahan percontohan tanaman jagung seluas 1,5 hektar yang diproyeksikan menjadi sumber pakan ternak mandiri bagi gabungan kelompok tani desa.
“Seluruh pengerjaan sasaran fisik, mulai dari jalan, renovasi mushala, hingga fasilitas sanitasi, berhasil diselesaikan tepat waktu berkat dukungan penuh masyarakat yang ikut bekerja di lapangan setiap hari,” ujar Gunawan Wibisono.

Keberlanjutan pascaproyek
Rampungnya pengerjaan infrastruktur ini disambut positif oleh warga Pematang Sukatani yang selama ini mengeluhkan minimnya fasilitas sanitasi dan buruknya akses transportasi.
Jalan baru sepanjang 6 kilometer tersebut kini memotong waktu tempuh anak-anak menuju sekolah serta mempercepat pengangkutan hasil kebun kelapa sawit dan karet menuju pabrik pengolahan.
Agenda penutupan ini juga dihadiri oleh Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud beserta jajaran Forkopimda Kabupaten OKI.
Kehadiran jajaran pemerintahan daerah ini krusial untuk memastikan bahwa aset infrastruktur yang telah dibangun oleh TNI dapat segera dimasukkan ke dalam skema perawatan rutin menggunakan dana operasional daerah.
Tantangan berikutnya kini beralih pada kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan fungsi fasilitas yang ada. Sumur bor dan lahan ketahanan pangan jagung yang telah diserahterimakan membutuhkan pendampingan teknis berkala dari dinas pertanian dan dinas permukiman agar tidak telantar dan rusak setelah pasukan ditarik kembali ke markas komando.
Eksistensi pembangunan di pelosok Ogan Komering Ilir ini memberikan bukti nyata bahwa percepatan kesejahteraan di tingkat desa bisa berjalan lebih cepat jika semua unsur bergerak dalam satu ritme kerja yang sama.
Hasil nyata di Mesuji Makmur menjadi parameter penting bagi keberhasilan operasi bakti TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan regional yang berkeadilan. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





