Scroll untuk baca artikel
Banner Pemprov Sumsel

Banner HUT OKI

Banner HUT OKI PT Prime Agri Resources

Banner Musi Banyuasin

Banner Bank Sumsel Babel
Kilas Daerah

Green Policing Polres OKU, Tanam Pohon dan Bersihkan Terminal Batu Kuning

×

Green Policing Polres OKU, Tanam Pohon dan Bersihkan Terminal Batu Kuning

Sebarkan artikel ini
Green Policing Polres OKU, Bersihkan Terminal Batu Kuning
Kapolres OKU dan personel Polres OKU membersihkan sampah dan menanam pohon dalam kegiatan Green Policing di Terminal Tipe A Batu Kuning, Baturaja Barat. Dok. Polres OKU

Kapolres OKU AKBP Helmi Tamaela bersama jajaran personel melaksanakan gerakan Polisi Peduli Lingkungan di Terminal Tipe A Batu Kuning, Baturaja Barat. Kegiatan ini menggabungkan aksi bersih-bersih fasilitas publik dengan penanaman pohon untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

BATURAJA, NUSALY.COM – Menjaga lingkungan tidak cukup dengan membersihkan sampah yang terlihat. Kebersihan fasilitas publik juga membutuhkan kepedulian bersama agar tetap terjaga setelah kegiatan kerja bakti selesai. Pesan itu menjadi bagian dari gerakan Polisi Peduli Lingkungan (Green Policing) yang dilaksanakan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) di Terminal Tipe A Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Jumat (23/10/2026).

Kapolres OKU AKBP Helmi Tamaela, S.I.K., M.I.K., memimpin kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bersama para pejabat utama (PJU) dan personel Polres OKU. Mereka melakukan kerja bakti membersihkan sampah dan menanam pohon di area terminal.

Helmi mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan Polisi Peduli Lingkungan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Helmi, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan sesaat, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

Menjaga lingkungan setelah kerja bakti

Pembersihan sampah dan penanaman pohon menjadi dua bentuk aksi yang saling melengkapi. Pembersihan membantu menjaga kebersihan area yang digunakan bersama, sedangkan penanaman pohon merupakan bagian dari upaya penghijauan yang manfaatnya bergantung pada perawatan dan pertumbuhan tanaman.

Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti ketika kegiatan kerja bakti selesai. Kebersihan perlu dijaga agar sampah tidak kembali menumpuk, sementara pohon yang ditanam memerlukan perawatan supaya dapat tumbuh dan bertahan.

Di fasilitas publik seperti terminal, upaya menjaga lingkungan juga berkaitan dengan kebiasaan orang-orang yang menggunakan dan mengelolanya. Perilaku tidak membuang sampah sembarangan serta keterlibatan dalam menjaga kebersihan menjadi bagian dari upaya mempertahankan kondisi lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam penjelasannya mengenai Green Policing, Polres OKU menyebut gerakan ini juga mencakup kerja bakti, pembersihan jalan dan fasilitas umum, serta penanaman pohon dan penghijauan di lingkungan perkantoran, sekolah, fasilitas umum, dan lahan yang membutuhkan pemulihan vegetasi.

Melalui gerakan tersebut, Polres OKU mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih, menghindari kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dan penghijauan.

Kepedulian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama

Kegiatan Polisi Peduli Lingkungan menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polres OKU dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang mendorong kepedulian terhadap ruang bersama.

Helmi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh positif dan menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.

Menjaga fasilitas publik tetap bersih dan merawat pohon yang ditanam merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang nyaman. Dengan keterlibatan berbagai pihak, semangat gotong royong diharapkan tidak hanya hadir saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (radit)