Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Ambisi Ekspor Sultan Muda dan Jejak Hilirisasi Kelapa Rp 1,6 Miliar dari Bumi Sriwijaya

×

Ambisi Ekspor Sultan Muda dan Jejak Hilirisasi Kelapa Rp 1,6 Miliar dari Bumi Sriwijaya

Sebarkan artikel ini
Ambisi Ekspor Sultan Muda dan Jejak Hilirisasi Kelapa Rp 1,6 Miliar dari Bumi Sriwijaya
Gubernur Herman Deru melepas ekspor turunan kelapa Rp 1,6 miliar pada pembukaan Sultan Muda XporA 2026. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Gubernur Herman Deru mendorong 9.008 wirausaha muda Sumatera Selatan untuk mengonversi hobi menjadi mesin ekspor guna menjaga tren pertumbuhan ekonomi daerah yang kini melaju di angka 5,35 persen.

PALEMBANG, NUSALY – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan di Palembang menjadi saksi pergerakan ekonomi baru, Selasa (21/4/2026). Di hadapan ribuan pengusaha muda, Gubernur Herman Deru secara resmi membuka Sultan Muda XporA 2026. Agenda ini bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan pernyataan sikap bahwa generasi muda Sumatera Selatan kini menjadi motor penggerak utama dalam rantai pasok global.

Herman Deru tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat melihat data yang menunjukkan 9.008 anak muda di Sumatera Selatan kini aktif bergerak dalam komunitas Sultan Muda (Sumsel Pertanian Mandiri dan Wirausaha Muda). Bagi pemerintah provinsi, barisan anak muda ini adalah aset strategis yang mulai menggeser paradigma lama dari pencari kerja menjadi eksportir mandiri.

“Anak muda itu harus kerja keras. Jadikan usaha sebagai hobi agar muncul extra effort. Progres kita sudah sangat nyata dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen secara tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan,” tegas Herman Deru. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi daerah saat ini tidak boleh dilepaskan dari peran aktif para wirausaha yang berani menembus pasar luar negeri.

Validasi Hilirisasi Lewat Ekspor Kelapa

Bukti konkret dari gerilya para pengusaha muda ini langsung ditunjukkan melalui aksi pelepasan ekspor produk turunan kelapa. Nilai transaksinya pun tidak main-main, mencapai Rp 1,6 miliar untuk pengiriman ke pasar internasional. Angka ini menjadi validasi kuat bahwa strategi hilirisasi komoditas unggulan yang didorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai membuahkan hasil di tangan generasi muda.

Herman Deru berharap para Sultan Muda yang telah sukses menembus pasar global tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi. Mereka didorong untuk menjadi pioneer dan pemikat bagi generasi sejawatnya agar ekosistem eksportir baru di Sumatera Selatan terus tumbuh secara eksponensial.

Sokongan Akses Keuangan Digital

Langkah agresif anak muda ini mendapat sandaran kuat dari sektor jasa keuangan. Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan komitmen lembaganya untuk menjadi pusat pengembangan bagi program Sultan Muda. Dukungan tersebut mencakup penguatan literasi keuangan hingga integrasi sistem pembayaran digital yang lebih efisien.

“Jika ekosistem ini terus tumbuh, dampaknya akan sangat masif bagi pembangunan dan ekonomi daerah. Ini adalah upaya strategis melahirkan wirausaha yang mandiri dan produktif,” ujar Arifin. Melalui adopsi e-money dan teknologi finansial, OJK berupaya mematangkan ekosistem wirausaha di Sumatera Selatan agar lebih adaptif terhadap tuntutan pasar internasional yang serba digital. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga nafas keberlanjutan bagi para eksportir muda di Bumi Sriwijaya. (***)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.