Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Ucapan HUT Bhayangkara ke 80 Wakil Ketua I DPRD OKU

Banner HUT Bhayangkara ke 80 Sekda OKU
Kilas Daerah

Puncak Kemarau Belum Datang, OKU Mulai Siaga Karhutla

×

Puncak Kemarau Belum Datang, OKU Mulai Siaga Karhutla

Sebarkan artikel ini
Puncak Kemarau Belum Datang, OKU Mulai Siaga Karhutla
Foto Ilustrasi Karhutla. Dok. Nusaly.com

Langkah antisipasi dipercepat demi meminimalkan potensi kebakaran lahan perkebunan dan ancaman kabut asap tahunan.

BATURAJA, NUSALY – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu mempercepat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan dengan menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah ini diambil sebelum wilayah tersebut memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Status siaga darurat tersebut ditetapkan berlaku mulai 8 Juni hingga 30 September 2026. Penetapan dilakukan menjelang puncak musim kemarau di Sumatera Selatan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. Pada periode tersebut, vegetasi dan semak belukar di area perkebunan umumnya mengering, sehingga kebakaran lebih mudah terjadi dan lebih sulit dikendalikan apabila kemunculan titik api terlambat dideteksi.

Di wilayah OKU, kebakaran pada musim kemarau umumnya melanda kawasan perkebunan, semak belukar, dan lahan terbuka yang ditinggalkan, sehingga patroli dini menjadi salah satu upaya paling efektif untuk mencegah api meluas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Januar Effendi menjelaskan, penetapan status siaga ini memberikan dasar bagi pemerintah daerah untuk segera mengerahkan personel, memastikan kesiapan peralatan, serta memperkuat patroli pencegahan di lapangan.

“Dengan penetapan status siaga darurat karhutla ini, upaya pencegahan dan penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Januar.

Melalui status ini, posko terpadu yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan lokal akan segera diaktifkan. Personel gabungan akan difokuskan untuk mengintensifkan patroli darat secara rutin di wilayah-wilayah yang secara historis memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dengan masuknya OKU, kini delapan kabupaten di Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga karhutla. Selain OKU, daerah tersebut meliputi Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Musi Rawas Utara. Sementara di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memberlakukan status siaga darurat sejak 22 April hingga 30 November 2026.

Berdasarkan data BPBD Sumatera Selatan, Kabupaten OKU saat ini berada pada kategori kerawanan sedang atau zona kuning dengan catatan 13 kejadian kebakaran sepanjang tahun berjalan. Kecamatan Lengkiti dan Peninjauan menjadi wilayah paling rawan dengan masing-masing mencatatkan 5 kejadian kebakaran. Sebaran kasus lainnya berada di Kecamatan Sosoh Buay Rayap dengan 3 kejadian, serta Lubuk Batang dan Baturaja Timur masing-masing 1 kejadian.

Data sebaran tersebut kini menjadi dasar utama bagi tim gabungan dalam menentukan rute patroli pencegahan selama masa siaga. Pemerintah berharap lewat pengawasan dini di tingkat tapak ini, titik api dapat dipadamkan sebelum membesar, sehingga masyarakat terhindar dari dampak buruk kabut asap berkepanjangan seperti yang pernah terjadi pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang