Aksi penyelundupan benih bening lobster senilai miliaran rupiah kembali kandas di tangan TNI Angkatan Laut. Melalui pengejaran yang dramatis hingga ke ceruk hutan mangrove, Tim Satgas Rajawali Lanal Palembang berhasil menyita aset negara yang nyaris diseberangkan secara ilegal ke negara tetangga, meski para pelaku nekat bertaruh nyawa menembus habitat buaya demi melarikan diri dari sergapan petugas.
PALEMBANG, NUSALY – Perairan Kuala Mendahara, Jambi, menjadi saksi bisu upaya pelarian penyelundup Benih Bening Lobster (BBL) yang berakhir gagal pada Selasa (5/5/2026).
Tim Satgas Rajawali Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang sukses memotong jalur pengiriman ilegal ratusan ribu benih lobster senilai Rp 6,25 miliar yang sedianya akan dikirim menuju Singapura dan Malaysia.
Penyergapan ini bermula dari deteksi intelijen pada Senin malam mengenai pergerakan mencurigakan sebuah unit speedboat di wilayah perairan tersebut.
Upaya petugas untuk melakukan pengadangan tidak berjalan mulus karena pelaku justru memacu mesin kapal dengan kecepatan tinggi saat diminta berhenti.
Kejar-kejaran dan Tembakan Peringatan
Suasana mencekam sempat mewarnai pengejaran di tengah kegelapan perairan.
Komandan Lanal Palembang, Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, mengungkapkan bahwa tim di lapangan terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara karena pelaku terus mengabaikan perintah berhenti dan melakukan manuver berbahaya untuk meloloskan diri.
“Saat akan dihentikan, speedboat tersebut justru memacu kecepatan. Tim sempat memberikan tembakan peringatan dalam aksi kejar-kejaran tersebut,” ujar Arry dalam konferensi pers di Mako Lanal Palembang.
Pelarian para penyelundup baru terhenti setelah kapal mereka kandas di rimbunnya hutan bakau kawasan Kuala Mendahara.
Dalam kondisi terdesak, dua pelaku memilih melompat ke air dan menghilang di balik kerimbunan mangrove yang dikenal sebagai habitat buaya muara, meninggalkan muatan berharga mereka begitu saja.
Kerugian Negara yang Terselamatkan
Meskipun pelaku berhasil lolos karena medan yang sangat berisiko bagi keselamatan petugas, keberhasilan mengamankan komoditas laut ini mendapat apresiasi luas.
Kepala Satwas SDKP Palembang, Robyyanto Tanum, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Aries Irwan Wahyu, menilai penyitaan ini merupakan kemenangan penting dalam melindungi kekayaan hayati laut Indonesia dari penjarahan sistemik.
Ratusan ribu benih lobster tersebut kini diamankan untuk diproses lebih lanjut sesuai regulasi karantina ikan.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Lanal Palembang dalam memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus perairan Sumatera guna mematikan celah bagi jaringan mafia penyelundupan BBL yang selama ini sangat merugikan devisa negara.
Lanal Palembang memastikan patroli laut tidak akan kendur. Fokus pengawasan kini diarahkan pada titik-titik rawan yang sering menjadi jalur pelarian menuju Selat Malaka, sebagai tindak lanjut atas instruksi pimpinan TNI AL untuk menyikat habis segala bentuk praktik ekspor ilegal sumber daya perikanan. (Suherman)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





