Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kilas Daerah

Pasca-banjir Gunung Meraksa, BPBD OKU Perketat Pengawasan di Titik Rawan Hidrometeorologi

×

Pasca-banjir Gunung Meraksa, BPBD OKU Perketat Pengawasan di Titik Rawan Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Pasca-banjir Gunung Meraksa, BPBD OKU Perketat Pengawasan di Titik Rawan Hidrometeorologi
Foto Ilustrasi dibuat dengan AI. Dok. Nusaly.com

BATURAJA, NUSALYBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU) kini beralih ke mode siaga penuh setelah banjir merendam ratusan hunian di Kecamatan Lubuk Batang pada akhir pekan lalu. Fokus utama petugas kini tertuju pada pemantauan debit air sungai secara real-time guna mengantisipasi ancaman banjir susulan yang diprediksi masih mengintai hingga tiga hari ke depan.

Meski banjir yang merendam sedikitnya 164 rumah di Dusun I dan Dusun II, Desa Gunung Meraksa, mulai menjadi catatan evaluasi, BPBD menegaskan bahwa ancaman belum sepenuhnya berlalu. Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hulu dikhawatirkan akan kembali mengirimkan kiriman air ke dataran rendah dalam waktu singkat.

Alarm Kewaspadaan Tiga Hari

Kepala Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, menyatakan bahwa pihaknya terus memperbarui koordinasi dengan BMKG untuk memetakan pergerakan cuaca ekstrem. Dari hasil analisa tersebut, fenomena hidrometeorologi tipe basah masih berpeluang besar menciptakan curah hujan dengan intensitas lebat yang serupa dengan kejadian pada Minggu (3/5/2026) lalu.

“Kondisi ini sangat riskan memicu banjir susulan, terutama di wilayah yang struktur tanahnya sudah jenuh akibat genangan sebelumnya,” ujar Gunalfi menekankan pentingnya respons cepat masyarakat.

Evaluasi Drainase dan Bantaran Sungai

BPBD OKU kini menempatkan personel untuk memantau titik-titik kritis, terutama pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Selain faktor alam, tersumbatnya saluran drainase di beberapa titik permukiman teridentifikasi sebagai faktor yang memperparah durasi genangan.

Warga yang bermukim di daerah rawan kini diminta untuk melakukan langkah antisipasi mandiri sebelum debit air melonjak. “Kami mengingatkan kembali warga di bantaran sungai. Peningkatan air secara tiba-tiba bisa terjadi sewaktu-waktu, jangan menunggu air masuk ke rumah baru melakukan evakuasi,” tegas Gunalfi.

Hingga saat ini, BPBD OKU tetap menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) dan meminta masyarakat untuk segera memberikan laporan jika melihat adanya kenaikan air yang signifikan di lingkungan masing-masing guna meminimalkan risiko kerugian material maupun korban jiwa. (Jum Radit)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.